jump to navigation

Bisnis Jualan Trik 5 Mei 2013

Posted by yorigroup in Lain-Lainnya DLL.
add a comment

“Having Information is Powerful”

Begitlah sebuah pepatah berkata.

mulai tahun 2011 saat rajin buka 1 demi 1 forum dan forum jual beli (FJB) Kaskus . Saya menemukan lapak barang dagangan yang unik. antara tiket fly atau tiket terbang, rapidleech, VPN SSH Trik, jasa upgrade storage capacity Dropbox.com, ebook Rahasia Menaikkan Limit Kartu Kredit . Sebenarnya semua barang/jasa tersebut bisa kita nikmati secara gratis asalkan kita rajin mengikuti thread khusus yg membagian informasi secara gratis atau bisa juga mencarinya dengan bantuan google (dengan susah payah tentunya). Ambil contoh kita bisa menemukan rapidleech gratis dan handal jika rajin baca thread kaskus yg membahas tentang rapidleech.

Tapi namanya gratis tentunya kualitas dan masa aktifnya tidak dapat dihandalkan maksudnya kita pakai malam ini besoknya sudah tidak dapat berfungsi. Oleh karena itu sebagian orang yang memahami ilmu tentang sebuah trik untuk Rapidleech / Premium Account, TV berbayar, atau bugs sebuah operator seluler membuatnya lebih professional dan tahan lama dengan cara menjadikannya bisnis. Hal ini juga sama seperti seorang polisi yang kita suap/sogok agar kita tidak repot mengurus ke pengadilan jika ditilang di pinggir jalan.

Melalui post ini saya mengingatkan bahwa informasi, tips, trik atau ilmu pengetahuan  baik itu valid atau kebohongan pada dasarnya bisa kita jual ke orang lain. Dan terutama buat mahasiswa ini juga bisa dijadikan sebagai sumber pendapatan baru. Bukan bermaksud mengajari anda untuk menjadi seorang yang materialistis tapi mengasah kemampuan anda dalam membaca sebuah peluang.

Selamat mencari inspirasi dan jadikan hal itu sebagai sumber keberuntungan Anda. 🙂

Pengalaman Mengantri Askes 9 April 2013

Posted by yorigroup in Lain-Lainnya DLL.
add a comment

Menunggu antrian rumah sakit haji surabaya

Pagi ini aku diajak teman kos untuk nemani dia berobat ke rumah sakit , ya iyalah masak rumah makan :))

Seperti yang kita tahu rumah sakit apalagi milik pemerintah seperti rs haji surabaya ramai sekali bahkan lebih ramai dari kantin kampus lebih2 ada live music didalam rumah sakit

Karena pengunjung rs sangat ramai berdampak pada antrian layanan entah dokter, apotik, tapi yang paling buat capek adalah antri askes, jamkesmas. Hukum alam memang orang2 lebih suka yang murah kalau bisa gratis. Walaupun sudah menggunakan komputer  sistem informasi berbasis internet, pelayanan askes dalam hal waktu tunggu sangatlah lambat, 4,5 jam bro !

Ini rincian waktu tunggunya

Loket pendaftaran pasien = 1 jam
Loket pengendalian kerja sama = 1 jam
Antri bertemu dokter = 1,5 jam
Antri mengambil obat di apotik khusus pesien pemegang askes = 1 jam

Kalau ditengok penyebab lambat adalah kurangnya pegawai loket hanya ada 1 orang pegawai di tiap loket. Kalau begitu prakteknya Kapan bisa dapat sebutan world class hospital. Bayangin 1 pasien dilayani sekitar 3 menit dengan laju kedatangan pasien 30 orang per jam.

Terdapat 3 loket yg harus dilalui pertama loket pendaftaran pasien dilanjutkan loket pengendali kerjasama (semacam verifikasi pasien pemilik kartu akses) baru yang terakhir adalah poliklinik/bertemu dokter. Untungnya gak loket pengecekan catatan kriminal di rumah sakit :p bisa tambah lama :p

Berikut adalah tips sebelum ke rumah sakit bagi pemilik askes , kartu jamkesmas

1. Pelajari seluruh alur/prosedur
Amati ada berapa loket yg harus dilewati, amati kepadatan ruang untuk mengantri

2. Ambil tiket nomor antrian lebih awal untuk berikutnya
Tiap loket kira2 memakan waktu 1 jam
Misal sekarang sedang antri di loket pendaftaran pasien, sebaiknya ambil nomor antrian untuk loket berikutnya

3. Siapkan fotokopi kartu askses ,ktp, identitas penting lain

Sebenarnya sih hal ini bisa dipercepat oleh pihak loket dengan menyediakan mesin foto kopi mini sebagaimana lazimnya loket di bank
Anehnya jika pasien belum/lupa membawa masih harus fotokopi diluar

4.Bawalah koran ,komik , camilan, buku, gadget dan charger untuk mengisi waktu luang. Dan sempatkan untuk mengobrol dengan orang disamping anda untuk membunuh waktu. Kalau disebelah adalah seorang cewek cantik bisa juga bertukar nomor HP atau Pin BB. 😀

Akhir kata selamat menunggu di (pasar) rumah sakit

Advise from Himawan Nugroho for Job Seeker 28 Februari 2013

Posted by yorigroup in Lain-Lainnya DLL.
add a comment

this is excerpted from IndoCisco mailing list

part 1

> > Hahaha liat dari IPK? Cocok, buat universitas yg lagi nyari mahasiswa
> pasca
> > sarjana, atau perusahaan yg mau ngasih bea siswa
> > Kalo buat kerja apalagi yg keahlian spt di IT, berdasarkan kenyataan di
> > lapangan tidak bisa ditemukan relevansinya
> >
> > Gue sendiri waktu masih kerja di industri mechanical engineering sempet
> > ketemu HR yg meloloskan orang ke proses berikutnya dgn melihat IPK,
> psycho
> > test dll Apa mereka tidak tau bahwa setiap individu itu unik dan tidak
> ada
> > penilaian/grade/test yg bisa dilakukan buat semua orang?
> >
> > Intinya sih gini, HR itu bingung kalo mau merekrut orang, karena
> banyaknya
> > aplikasi dan resume yg masuk, dan sering orang HR tidak mengerti benar
> akan
> > kebutuhan dari end user yg mencari orang, bahkan sering HR tidak mengerti
> > nature perusahaan atau industri tempat dia bekerja!
> > Untuk mempermudah pekerjaan mereka, maka dibuatlah standar yg men sortir
> > orang dgn cepat, misal dgn melihat dari lulusan, IPK, melakukan test
> psycho
> > konyol spt menggambar pohon dll
> > Kalo proses recruitment hanya dilakukan oleh HR saja, dan tidak ada pihak
> > lain yg melakukan interview dll, dijamin orang-orang yg lolos sebagian
> > besar ada yg tidak bisa melakukan pekerjaan di kemudian hari
> >
> > HR != head hunter
> > Kalo head hunter (HH), yg sudah biasa merekrut orang di industri tertentu
> > akan tau lebih banyak ttg ekspektasi dari candidate yg dicari. Maka HH
> akan
> > melakukan sedikit background check baik dgn google maupun profil
> candidate
> > di linkedin, menginterview melalui telepon dan untuk menvalidasi skill
> dan
> > pengalaman yg ditulis di resume, menggunakan sistem referensi (contoh
> > menghubungi orang spt gue buat mencari CCIE Indonesia) bahkan bersedia
> > memberikan imbalan jika ada sumber terpercaya yg mau memberikan nama
> > candidate dll
> > Setelah itu memang tetap ada interview dgn end user, bisa jadi interview
> > teknis dgn engineer atau non-teknis dgn manager maupun VP.
> > HH bisa jadi kunci sukses dalam menemukan orang berpotensi, baik dari
> > engineer sampai ke level eksekutif
> > (sbg contoh pas gue nyari kerja ke Silicon Valley tahun 2005, HH yg
> > melakukan seleksi awal di berbagai negara kemudian mereka men jadwalkan
> > interview kita dgn end user yaitu perusahaan di SV, jadi bukan HR dari
> > perusahaan yg sibuk mencari ke tiap negara)
> >
> > Yg jadi pertanyaan: kalo kamu kena filter duluan di depan oleh HR yg
> pengen
> > kerjanya gampang, gimana bisa dapat kesempatan?
> > Walaupun skill dan pengalaman kamu cocok, dan ada kemungkinan besar lolos
> > interview dgn end user yg mau menggaji?
> >
> > Caranya: Bypass HR!
> >
> > Coba dekati Head Hunter yg spesifik di industri kita. Gunakan prinsip who
> > you know (who knows you even better), what you know, what you have done.
> > Spt yg pernah gue tulis di blog
> >
> > Gue selama kerja di berbagai perusahaan baik di Indonesia maupun di luar
> > negri TIDAK pernah diinterview oleh HR, proses interview selalu dimulai
> > dari end user kemudian HR di paling terakhir hanya utk urusan
> administrasi
> > dan tanda tangan kontrak misalnya.
> > Ini kenyataan, bahkan untuk perusahaan besar spt Cisco, Juniper, NCR atau
> > Huawei sekalipun (gue pernah interview sama Juniper, Huawei dll juga
> walau
> > akhirnya tidak diambil/dilanjutkan)
> >
> > Oleh karena itu HR di banyak perusahaan besar spt Cisco orang-orangnya
> > (kecuali HR manager/director nya) di outsource ke company lain. Karena
> > kerjanya jadi dikit, tidak terlibat dalam proses recruitment kecuali di
> > bagian akhir, dan di Cisco semua proses HR-related spt apply cuti, apply
> > buat badge atau mobile/laptop, kenaikan gaji promosi dll dilakukan dgn
> > automasi menggunakan web based di sistem jadi tidak perlu ada orang yg
> > kerjanya seharian melakukan hal begitu. Paling butuh HR manager/director
> > buat approve, dan ini dilakukan pake web based juga yg bisa lewat iPhone
> > ketika lagi tidur-tiduran di pantai 🙂
> >
> > Satu hal lain: Punya banyak relasi penting, tapi banyak relasi doang juga
> > tidak cukup.
> >
> > Udah dulu yah, cerita-cerita kayak begini nanti gue bawa ke workshop di
> > Indonesia yah jadi detilnya kita bahas aja pas ketemu bulan Maret Insha
> > Allah
> >
> > Rgds,
> > H

part 2

Iya inti tulisan gue juga gitu:
kalo kita mentok karena “kekurangan” spt lulusan, IPK kurang, S1/D3 dll
maka jangan menyerah tapi mencari solusi dan cari perusahaan yg tidak
melihat itu.

Pengalaman pribadi:
– IPK dibawah 3
– lulus ITB memang, tapi teknik Mesin bukan IF, atau Elektro yg lebih
berhubungan
– sudah menikah

Kalo dulu HR yg menyeleksi maka gak akan keterima ke mana-mana, tapi pas ke
Schlumberger IT/Omnes ketemu end user nya dulu, interview dulu, baru pas
terakhir mau tanda tangan kontrak ketemu HR. Dan dia sendiri kaget pas tau
status bukan bujangan.
“kalo tau kamu udah nikah gak akan diterima” katanya sambil ketawa, tapi
diterima juga karena end user nya sudah OK.

Ini juga kenapa gue selalu pesan: jangan tulis atau mendiskusikan detil
kita yg tidak perlu di awal di resume/CV. Contoh
– photo, kali aja yg liat gak seneng liat tampang kita 😦
– agama, gak perlu, gak ada urusan
– tempat tanggal lahir, gak perlu, nanti bisa jadi keliatan ketuaan atau
kemudaan dll
– status nikah, gak perlu, nanti HR bisa berasumsi kita susah buat
begadang/lembur, traveling dll
– alamat lengkap, bisa jadi HR berasumsi kalo kita gak di kota tempat mau
ditempatin pasti gak mau, jadi langsung ditolak
– hobby (seriously gue pernah nerima CV yg ada hobby), who cares? heheh

CV itu alat buat jualan, jualan diri kita. Yg penting kontak spt email dan
telpon, pengalaman, prestasi dan lain-lain yg merupakan “brosur” ttg
mengapa kita worth buat di hire / di consider.
Tambahkan dgn email pembuka atau application letter yg berisi summary
singkat mengapa kita special.
Flownya: orang baca email jadi tertarik buka CV, orang baca CV beberapa
detik jadi tertarik buat baca lebih lama, dan jadi tertarik buat nelpon
atau mengatur jadwal interview.
Nanti setelah interview atau selama interview semuanya baru diskusi yg
lain-lain, dan banyak company yg akhirnya membuat pengecualian dari
peraturan karena orangnya terbukti bagus

Orang India dan Pakistan paling jago kalo udah begini. CV mantap, interview
non-teknis mantap, biasanya suka lolos kecuali apes ketemu orang teknis
kayak gue yg gak bisa dibohongi he he he

H

part 3

Setuju Mas H!

Pengalamanku untuk rekrut team, baik saat di LN atau di Indonesia sekarang
ini, selalu by pass HR hehehhee..gak pernah aku libatin HR diawal seleksi,
kalo smua dah cocok, baru masalah gaji, kontrak dll, HR yg urus, itu juga
kalo aku rasa range salary dari HR gak cocok, aku eskalasi ke management,
kalo memang bagus, harusnya ya mahal gajinya donk…mana ada murah kok
minta bagus (intinya gitu).

Aku kadang2 juga seleksi justru diawalnya, jadi gak perlu lihat IPK,
berasal dari kampus mana, LULUSAN diplomapun aku ambil krn gak pernah lihat
ijazah didepan…..justru aku senang kalo dapat referensi dari temen2, krn
saat dpt referensi aku lebih percaya, tinggal kalo gak perform, kita SIKAT
aja yg memberi referensi :))

Paling enak memang kita serahkan ke HH, biasanya HH yg take care semuanya,
langsung ke end user….dan HR perush tinggal formalitas salary dokument
dll….tapi biasanya mahal bayar HH, aku waktu dihire untuk kerja di LN,
Avaya bayar HH untuk hire aku bisa keluarin sampai 5000-7000 USD$ (katanya
gitu). tapi worth dptnya orang2 yg capable hehe….

Smoga tambahan ini bermanfaat.

Salam.
Erwin

3 Reasons Why we work for 19 Desember 2012

Posted by yorigroup in Lain-Lainnya DLL.
add a comment

Berikut adalah buah pikiran Tony Hsieh pendiri zappos.com,  toko sepatu online terbesar di Amerika Serikat dan sekarang menjadi anak perusahaan Amazon.com. Akuisisi tersebut menjadikan dia kaya raya saat usia 20 tahuan.

 

Tony Hsieh

Apa saja yang menjadi alasan seseorang melakukan sesuatu. Mari kita simak. 🙂

  • Pertama kita bekerja atas dasar profit, uang, atau apa sih yg gue dapatkan

Contohnya : 9 to 5 employee, sales,pengusaha,pelaku MLM, koruptor,dll

  • Kedua kita bekerja atas dasar kesukaan dan memang mendorong rasa ingin tahu kita sebagai manusia

Uang dan penghargaan tidak jadi yg hal utama yg dicari
Mereka suka menyebut dirinya bekerja karena passion

Contoh musisi,atilt sepak bola,seniman,researcher,

  • Terakhir adalah work for higher purpose, bekerja dengan niat untuk berkontribusi pada masyarat,membantu meringankan beban orang lain

Contoh : guru, dosen, pendiri yayasan sosial, ustadz atau pemuka agama, (sebagian kecil) dokter,dll

Kelompok ini seringkali malah mengeluarkan banyak uang agar membuat orang lain lebih bahagia atau lebih sukses kebalikan dengan kelompok pertama yg ingin mendapatkan uang sebanyak-banyaknya

Ada kabar baik bagi pembaca sekalian, jika anda melakukan yang anda senangi dan menjadi sangat ahli di bidang itu lalu anda membagi pengalaman & ilmu anda ke orang lain maka uang bukan menjadi masalah bagi anda

Cheers,
Seize the day

Skripsi oleh Anies Baswedan 21 November 2012

Posted by yorigroup in Lain-Lainnya DLL.
add a comment

Berikut ini rangkuman kicauan @aniesbaswedan di situs microblogging Twitter

Skripsi oleh Anies Baswedan

  1. Menulis skripsi adalah menaklukan diri sendiri.
  2. Cara mengerjakan skripsi adalah potret diri penulisnya saat senyatanya kerja mandiri.
  3. Skripsi bukan sekadar soal riset; skripsi adalah simulasi cara berkarya (bekerja) setelah lulus kuliah.
  4. Menunda-nunda pengerjaan skripsi adalah mengakumulasi rasa sesal. Akhirnya skripsi yg ditunda-tunda itu tetep harus diselesaikan juga
  5. Membaca referensi banyak-banyak buat skripsi itu baik tapi menuliskan hasil bacaan itu jauh lebih baik
  6. Makin lama jeda pengerjaan skripsi, makin sulit memulainya lagi. Makin sulit memulai lagi, makin lama selesainya.
  7. Skripsi yang membanggakan & menenangkan seumur hidup penulisnya adalah skripsi dibuat dengan KEJUJURAN.
  8. Sibuk mengerjakan skripsi itu baik, tapi menyelesaikan skripsi itu jauh lebih baik
  9. Dan akhirnya, skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai