jump to navigation

Book Resume Personal Branding : Sukses Karier di Era Milenial oleh Dewi Haroen 23 Mei 2018

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
trackback

Buku ini adalah buku kedua hasil karya Ibu Dewi Haroen. Kebetulan sekali saya berkesempatan untuk mendapatkan tanda tangan beliau pada halaman pertama buku ini.

 

 

Brand sendiri berarti merek. Maka personal brand adalah merek diri seseorang. Dan
sebagaimana merek, personal brand adalah sebuah identitas pribadi yang mampu menciptakan
sebuah respon emosional terhadap orang lain mengenai kualitas dan nilai yang dimiliki
seseorang. Sebuah janji untuk menciptakan suatu harapan pada orang lain, apa yang akan
mereka dapatkan apbila bekerjasama dengan mereka. Tom Peters menyebutkan “tidak
memandang umur, tidak melihat kedudukan, tidak peduli dalam bisnis apa kita berada, kita
semua harus memahami pentingnya brand. Kita adalah CEO perusahaan sendiri disebut
Me.Inc”. Jadi, siapapun juga, “wajib” membangun personal brandnya sendiri. Karena personal
branding adalah potret diri anda. Cara orang mengenali dan melihat perbedaan anda
dibandingkan orang lain.
Melihat diri sebagai merek dan mempromosikannya adalah inti personal branding. Perlu dibuat
strategi sistematis dan terrencana agar didapat perspektif masyarakat terhadap karakter,
kompetensi dan kekuatan anda. Demi tercapainya sukses karier.
Semua orang memiliki satu merek diri yang berasal dari jejak digital (jejak yang anda tinggalkan
saat aktif di internet) dan perilaku offline (kesan yang dimiliki orang terhadap anda saat
berinteraksi).
Salah satu kalimat favorit saya dalam buku ini adalah “brand Anda adalah apa yang dikatakan
orang lain mengenai anda, bukan apa yang Anda katakan kepada Mereka”. Maka dari itu,
jadilah diri sendiri, dan buatlah orang lain secara langsung menanamkan apa yang anda
lakukan, entah itu positif, negatif maupun netral.
Buku ini juga memberikan gambaran contoh bahwa pentingnya personal brand seseorang. Hal
itu dapat dibuktikan dengan mesin pencari Google. Dewasa ini, Google sudah menjadi seperti
‘kitab suci’ yang dipakai sebagai rujukan berbagai informasi secara cepat dan instan. Salah satu
contohnya adalah untuk memvalidasi CV kandidat. Mayoritas penduduk bumi menggunakan
Google sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Terlebih di dunia karier
profesional. Banyak sebagian dari kita, masih belum paham bagaimana caranya berinteraksi di
dunia maya atau sosial media. Dengan berkomentar soal hiburan di tanah air hingga politik,
tanpa sadar cuitan tersebut terrekaman manis di dalam Google. Namun, mayoritas profesional
dan masyarakat tidak menyadarinya. Padahal dengan kemajuan media online dan internet saat
ini membuat mereka punya sejumlah merek pribadi.
Contoh kasus lainnya, seperti halnya Artis dangdut ibukota, Inul Daratista, yang sangat
terkenal dengan joget patah-patahnya. Jika membicarakan tentang joget di ranah perdangdutan
Indonesia, secara otomatis di benak kita langsung berpikir tentang Inul Daratista. Begitulah
personal branding seseorang tercipta.
Salah satu tokoh yang berhasil dengan personal brandingn adalah sosok Presiden Kita, yaitu
bapak Joko Widodo dengan aksi blusukannya. Dan potret kesederhanaanya yang diterapkan
tidak hanya di dunia kerja, tetapi juga di kehidupan sehari-hari. Jika selama ini aksi blusukan
yang dilakukan Pak Jokowi dianggap masyarakat sebagai pencitraan, maka orang-orang
tersebut wajib membaca buku ini untuk lebih mengetahui perbedaan antara personal branding
dan pencitraan.
Berkarir di era milenial mendorong kita untuk memiliki personal branding, tujuannya untuk
mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keinginan kita dan untuk perkembangan karir kita.

3 alasan mengapa personal branding diperlukan di dunia karier, (1M) Membangun Diferensiasi,
(2M) Membangun Positioning, (3M) Memperkuat persepsi yang tertanam pada orang lain
tentang anda.
Jangan lakukan 3 kesalahan ini dalam membuat personal branding anda :
1. Personal branding bukan sekedar iklan,
2. Personal branding bukan kesempurnaan,
3. Personal branding bukan semata popularitas.
Adapula 3 tahap untuk membangun atau membentuk personal brand yaitu, pemahaman diri,
perkembangan konten dan promosi diri.
Kartu nama, foto, logo, slogan, flyer, video dan website adalah alat/sarana yang umum dipakai
untuk memasarkan diri.
Pengembangan konten adalah tahap yang paling menantang. Karena yang dipasarkan adalah
diri anda sendiri maka konten tersebut bukan sekedar bagus, namun harus mempresentasikan
diri anda yang asli. Semua konten harus mempresentasikan diri anda yang sebenarnya.
Pengembangan konten ibarat membangun fondasi rumah. Sesedikit mungkin kesalahan karena
tahap pengembangan konten ibarat membangun fondasi rumah. Bangunan personal brand
anda bisa runtuh jika fondasinya tidak kokoh.
Kesimpulannya Personal brand adalah Unique Selling Point (USP) yang sudah ada dalam diri
anda yang membuat anda istimewa. Untuk menjaga personal brand agar tetap kuat dan
terpelihara harus selalu berpedoman 3 hal ini :
Be unique, anda harus terlihat unik dan khas yang diperoleh dari pemahaman diri yang benar
dan tepat.
Be aunthentic. Karena personal brand yang bertahan lama dan memberikan manfaat yang
maksimal adalah yang mempunyai kesesuaian (consistency) antara citra diri yang disajikan
dengan karakter, kompetensi dan keahlian anda yang sebenarnya.
Be seen. Karena persaingan di dunia karir begitu sengit. Sehingga personal brand yang sudah
dibentuk harus dikomunikasikan (dipasarkan secara terus menerus dan berkesinambungan
(consistency) untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Pengembangan konten harus bersumber dari bukti-bukti otentik nyata dan asli. Promosi yang
memperlihatkan prestasi dan reputasi anda membuka peluang besar untuk jadi orang yang
terpilih.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: