jump to navigation

Buku Minggu Ini : Agile Selling 24 Mei 2018

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
add a comment

buku ini adalah pinjaman dari Mas Tomy e46 yang kebetulan dibawa saat ngopi

 

berikut adalah ulasan dan ringkasan dari apa yang telah kami baca

 

Buku yang ditulis oleh seorang Jill Konrath discussess about Why and How. “How to be an Agile Learner”, Jill adalah sales strategist/ consultant, speaker dan penulis buku. Pada dasarnya buku ini “Agile Selling” ditujukan kepada sales person, sales people dan sales team untuk membantu dan mempercepat siklus penjualan with numerous strategic and tactic.

Dalam buku tersebut, penulis bercerita bahwa learning agile merupakan hal yang paling utama untuk menjadi seorang sales yang sukses, dimana saat ini dijelaskan bahwa buyers has changed, sehingga kita harus mampu mempelajari informasi baru dengan cepat, urutan yang tepat dalam menerima informasi dan bagaimana membuat pengetahuan baru tetap teringat di otak kita, maka dari itu disampaikan untuk membuat  create cheat sheet yang bertujuan untuk tetap ingat dalam otak kita.

Buku ini tidak ditujukan kepada pemula saja, tetapi kepada semua sales people. Seller dbutuhkan untuk upgrade skill nya dalam pendekatan yang prospek hingga close deal. Karena sebenarnya skill menjual itu kompleks, untuk menjadi sales yang sukses kita harus memanfaatkan informasi baru dengan tepat, add value dan reduce risk.

Di era digital yang sekarang semakin berkembang, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengakrabkan diri kita dengan teknologi-teknologi baru (chunk, observe, practice and repeat) yang kita gunakan on daily or weekly basis.

What did I learn from this book,  agile sellers have mindset  is continuous improvement, they set getting better goals. Pada intinya kita diminta untuk terus dan selalu keep learning&growing dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. As human being the problem with learning too much and too quickly is that easy to forget things, sehingga jangan lupa untuk membuat checklist&take notes to ensure you dont forget. Disamping itu, attitude juga termasuk salah satu peran yang paling penting dalam seorang sales.  

Kekurangan:

  • Untuk contoh lebih fokus ke B2B dibanding dengan B2C

Kelebihan:

  • Banyak kata-kata mutiara (quotes) untuk bisa me-motivasi diri
  • Setiap part yang ada dalam buku ini dibagi lagi dengan per section, sehingga lebih memudahkan untuk pembaca
Iklan

Book Resume Personal Branding : Sukses Karier di Era Milenial oleh Dewi Haroen 23 Mei 2018

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
add a comment

Buku ini adalah buku kedua hasil karya Ibu Dewi Haroen. Kebetulan sekali saya berkesempatan untuk mendapatkan tanda tangan beliau pada halaman pertama buku ini.

 

 

Brand sendiri berarti merek. Maka personal brand adalah merek diri seseorang. Dan
sebagaimana merek, personal brand adalah sebuah identitas pribadi yang mampu menciptakan
sebuah respon emosional terhadap orang lain mengenai kualitas dan nilai yang dimiliki
seseorang. Sebuah janji untuk menciptakan suatu harapan pada orang lain, apa yang akan
mereka dapatkan apbila bekerjasama dengan mereka. Tom Peters menyebutkan “tidak
memandang umur, tidak melihat kedudukan, tidak peduli dalam bisnis apa kita berada, kita
semua harus memahami pentingnya brand. Kita adalah CEO perusahaan sendiri disebut
Me.Inc”. Jadi, siapapun juga, “wajib” membangun personal brandnya sendiri. Karena personal
branding adalah potret diri anda. Cara orang mengenali dan melihat perbedaan anda
dibandingkan orang lain.
Melihat diri sebagai merek dan mempromosikannya adalah inti personal branding. Perlu dibuat
strategi sistematis dan terrencana agar didapat perspektif masyarakat terhadap karakter,
kompetensi dan kekuatan anda. Demi tercapainya sukses karier.
Semua orang memiliki satu merek diri yang berasal dari jejak digital (jejak yang anda tinggalkan
saat aktif di internet) dan perilaku offline (kesan yang dimiliki orang terhadap anda saat
berinteraksi).
Salah satu kalimat favorit saya dalam buku ini adalah “brand Anda adalah apa yang dikatakan
orang lain mengenai anda, bukan apa yang Anda katakan kepada Mereka”. Maka dari itu,
jadilah diri sendiri, dan buatlah orang lain secara langsung menanamkan apa yang anda
lakukan, entah itu positif, negatif maupun netral.
Buku ini juga memberikan gambaran contoh bahwa pentingnya personal brand seseorang. Hal
itu dapat dibuktikan dengan mesin pencari Google. Dewasa ini, Google sudah menjadi seperti
‘kitab suci’ yang dipakai sebagai rujukan berbagai informasi secara cepat dan instan. Salah satu
contohnya adalah untuk memvalidasi CV kandidat. Mayoritas penduduk bumi menggunakan
Google sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Terlebih di dunia karier
profesional. Banyak sebagian dari kita, masih belum paham bagaimana caranya berinteraksi di
dunia maya atau sosial media. Dengan berkomentar soal hiburan di tanah air hingga politik,
tanpa sadar cuitan tersebut terrekaman manis di dalam Google. Namun, mayoritas profesional
dan masyarakat tidak menyadarinya. Padahal dengan kemajuan media online dan internet saat
ini membuat mereka punya sejumlah merek pribadi.
Contoh kasus lainnya, seperti halnya Artis dangdut ibukota, Inul Daratista, yang sangat
terkenal dengan joget patah-patahnya. Jika membicarakan tentang joget di ranah perdangdutan
Indonesia, secara otomatis di benak kita langsung berpikir tentang Inul Daratista. Begitulah
personal branding seseorang tercipta.
Salah satu tokoh yang berhasil dengan personal brandingn adalah sosok Presiden Kita, yaitu
bapak Joko Widodo dengan aksi blusukannya. Dan potret kesederhanaanya yang diterapkan
tidak hanya di dunia kerja, tetapi juga di kehidupan sehari-hari. Jika selama ini aksi blusukan
yang dilakukan Pak Jokowi dianggap masyarakat sebagai pencitraan, maka orang-orang
tersebut wajib membaca buku ini untuk lebih mengetahui perbedaan antara personal branding
dan pencitraan.
Berkarir di era milenial mendorong kita untuk memiliki personal branding, tujuannya untuk
mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keinginan kita dan untuk perkembangan karir kita.

3 alasan mengapa personal branding diperlukan di dunia karier, (1M) Membangun Diferensiasi,
(2M) Membangun Positioning, (3M) Memperkuat persepsi yang tertanam pada orang lain
tentang anda.
Jangan lakukan 3 kesalahan ini dalam membuat personal branding anda :
1. Personal branding bukan sekedar iklan,
2. Personal branding bukan kesempurnaan,
3. Personal branding bukan semata popularitas.
Adapula 3 tahap untuk membangun atau membentuk personal brand yaitu, pemahaman diri,
perkembangan konten dan promosi diri.
Kartu nama, foto, logo, slogan, flyer, video dan website adalah alat/sarana yang umum dipakai
untuk memasarkan diri.
Pengembangan konten adalah tahap yang paling menantang. Karena yang dipasarkan adalah
diri anda sendiri maka konten tersebut bukan sekedar bagus, namun harus mempresentasikan
diri anda yang asli. Semua konten harus mempresentasikan diri anda yang sebenarnya.
Pengembangan konten ibarat membangun fondasi rumah. Sesedikit mungkin kesalahan karena
tahap pengembangan konten ibarat membangun fondasi rumah. Bangunan personal brand
anda bisa runtuh jika fondasinya tidak kokoh.
Kesimpulannya Personal brand adalah Unique Selling Point (USP) yang sudah ada dalam diri
anda yang membuat anda istimewa. Untuk menjaga personal brand agar tetap kuat dan
terpelihara harus selalu berpedoman 3 hal ini :
Be unique, anda harus terlihat unik dan khas yang diperoleh dari pemahaman diri yang benar
dan tepat.
Be aunthentic. Karena personal brand yang bertahan lama dan memberikan manfaat yang
maksimal adalah yang mempunyai kesesuaian (consistency) antara citra diri yang disajikan
dengan karakter, kompetensi dan keahlian anda yang sebenarnya.
Be seen. Karena persaingan di dunia karir begitu sengit. Sehingga personal brand yang sudah
dibentuk harus dikomunikasikan (dipasarkan secara terus menerus dan berkesinambungan
(consistency) untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Pengembangan konten harus bersumber dari bukti-bukti otentik nyata dan asli. Promosi yang
memperlihatkan prestasi dan reputasi anda membuka peluang besar untuk jadi orang yang
terpilih.

Tips Belanja Hemat di Marketplace 21 Mei 2018

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
add a comment
Tips Belanja Hemat di Marketplace
Pernah belanja online, kan? Saya yakin kalian pernah atau mungkin bahkan sering belanja online. Mulai dari belanja online via WhatsApp, Instagram, bahkan Marketplace sejenis Tokopedia, Bukalapak, dan lain-lain.
Nah, kali ini saya akan berbagi bagaimana sih tips hemat belanja di Marketplace. Berikut ini tipsnya.
Manfaatkan Promo Ramadhan atau Momen Spesial lainnya
Setiap marketplace dan toko online lainnya pasti bikin promo gila-gilaan saat Ramadhan tiba. Mulai yang diskon gede-gedean lah, gratis ongkir, dan model cashback. Pastikan sebelum kamu check out belanjaan kamu, pastikan kamu cek dulu ada kode kupon promonya ga.
Yang paling ekstrem lagi nih sebenarnya kamu bisa cek lintas marketplace. Misal kamu cek harga di Lazada, Tokopedia, Bukalapak, dan Blibli. Coba cari mana harga yang paling murah. Tentu saja harus digabungkan juga dengan promonya, mana yang lebih murah.
Manfaatkan Fitur Sortir Harga dan Lokasi Penjual di Marketplace
Di setiap marketplace pasti ada fitur sortir harga barang. Misal nih kamu ingin beli mouse. Nah di sana kamu bisa sortir dengan harga termurah dan juga lokasi penjual. Mengapa harus sortir berdasarkan lokasi? Tentu saja karena lokasi menentukan ongkir juga. Kalau bisa sih temukan yang satu kota.
Manfaatkan Flash Sale
Bagi kamu yang hobi belanja online, tentu tak asing dengan istilah Flash Sale. Saya sendiri juga pernah memanfaatkan Flash Sale Lazada untuk beli smartphone. Kalau tidak Flash Sale harga bisa 1,4 juta. Nah, kalau Flash Sale cuma 1 juta saja. Mantap, ‘kan?
Gunakan Kupon
Sebelum check out cart pastikan kamu sudah apply coupon yang relevan agar diskon / potongan harga dapat dinikmati.
Gunakan Referral Link
Pada masa-masa tertentu website ecommerce memberlakukan bonus referral yaitu bilamana kamu merekomendasikan sebuah layanan ke orang lain maka yg direkomendasikan dan kamu masing-masing akan mendapatkan bonus uang/voucher.
Gunakan atau redeem Point Cashback
Setelah beberapa lama rajin belanja tidak terasa point cashback sudah mengumpul banyak. Redeem lah saat akan check out cart.
Sebelum Belanja, Tanya Teman
Ini adalah salah satu gunanya teman. Jika kamu hendak belanja, kamu bisa melempar pertanyaan ke teman-temanmu di grup WA, FB, atau apalah. Mungkin saja teman-temanmu ada yang punya info promo atau diskon menarik tentang barang yang akan kamu beli.
Itulah beberapa tips belanja hemat di marketplace yang bisa kamu coba. Semoga bermanfaat 🙂
Untuk kamu yang ingin download cepat dari berbagai situs premium account silahkan kunjungi. www.idcopy.net

Udemy Course : First Timer Experience 20 Mei 2018

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
add a comment

Kali ini saya akan berbagi pengalaman menggunakan platform Udemy.com. Judul course yang diambil adalah Business Development For Startups and Tech Companies by Scott Britton Co Founder at Troops

 

 

Kritik:

Menurut saya pribadi materi mengenai “Business Development For Startups and Tech Companies” ini sudah cukup informatif karena memang uraian-nya sangat detail. Banyak sekali ilmu yang saya dapat dari materi  tersebut mulai dari pengenalan secara sederhana mengenai bizdev, cara membangun potensial klien, contoh-contoh dialog/percakapan, dealing hingga sampai closing. Tetapi ada dari beberapa section yang menurut saya membosankan (dalam video) mungkin menurut saya karena terlalu banyak berbicara dan masih ada beberapa kata/ contoh yang belum saya pahami terkait contoh yang berhubungan dengan teknologi.

Saran:

Menurut saya, seharusnya untuk contoh bisa lebih dijelaskan secara general, karena untuk orang awam (non-teknik) mungkin kurang bisa memahami contoh-contoh / study case yang berkaitan dengan teknologi. Tetapi secara keseluruhan materi tersebut sudah memberikan pengetahuan every single details of Business Development role.

Book The Week : Menyerah 15 Mei 2018

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
add a comment

buku ini adalah kiriman dari sahabat saya dari Jepang, Konita, dia sedang menempuh studi Master di Hiroshima University.

berikut adalah rangkuman singkat dari buku tersebut.

 

“Menyerah? Setapak langkah Kami, Maju untuk Berhasil”, sebuah judul buku inspiratif yang ditulis oleh calon-calon ilmuwan muda tentang bagaimana mereka berani bermimpi dan berusaha meraih cita-cita dalam hidupnya. Tidak ada kesuksesan yang diraih secara instan, melainkan dengan perjalanan yang panjang dan berliku.

Kisah pertama menceritakan perjalanan Iva Nandya Atika, seorang gadis berasal dari Klaten yang memiliki cita-cita menjadi seorang guru membagikan cerita singkatnya bagaimana dia bisa menjadi mahasiswi S2 di Hiroshima University, Jepang. Bagi Iva, sikap berani patut dimiliki anak-anak Indonesia sejak dini, contoh sederhananya seperti melakukan perkenalan diri di depan kelas. Rasa takut dan malu pasti ada, tetapi dengan keberanian kita pasti bisa mengalahkannya. Dengan begitu, dapat melatih kita untuk bisa mengambil sikap positif di antara teman-teman. Keberanian juga menjadi bekal utama untuk bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Iva sangat menikmati masa-masa sekolahnya, Ia sejak kecil sudah membiasakan diri untuk tekun belajar. Karena baginya, semua ilmu yang Ia dapatkan dibangku sekolah akan bermanfaat di masa depan. Sejak SD, Iva sudah gemar mengukir prestasi dengan mengikuti berbagai lomba yang diadakan di sekolahnya. Target itu perlu, agar kita bisa terus terpacu dan semangat untuk mencapai target itu. Setelah tamat dari bangku sekolah, Iva memilih jurusan S1 Pendidikan Fisika di Universitas Negeri Yogyakarta untuk merealisasikan cita-citanya menjadi seorang guru. Dan dia berhasil lulus dengan predikat Cumlaude, dilanjutkan dengan pendidikan S2 nya di Hiroshima University, Jepang.

Kisah kedua berjudul “Biasa-biasa aja”, menceritakan tentang seorang wanita yang tumbuh dari serba keterbatasan bernama Dwi Fatmawati. Namun, ia mampu merubah keterbatasan itu menjadi tidak ada batas. Keterbatasan itu menggambarkan kondisi ekonomi keluarganya yang memang sangat pas-pas an. Dwi pun merubah persepsi bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bisa dirasakan oleh orang kaya atau dari tembok yang tinggi saja, tapi orang kecil pun bisa. Asalkan semua itu diraih dengan adanya niat dan semangat yang tinggi untuk terus belajar. Sewaktu dibangku sekolah, Ia pernah menjadi korban bully oleh temannya. Namun hal itu tidak mematahkan sedikitpun semangat Dwi untuk terus belajar agar mendapatkan nilai dan prestasi yang bagus di sekolah. Menurutnya, mengalahkan seorang pembully itu bisa dengan cara menjadi lebih baik daripada si pembully. Semasa kuliah, ia sempat merasakan rasanya salah jurusan. Ia mengambil jurusan bimbingan dan konseling yang memang bukan minatnya. Tetapi dengan semangat yang tinggi, untuk bisa meraih gelar sarjana seperti yang ia impikan, akhirnya ia bisa menyelesaikan pendidikan S1 nya di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Kisah ketiga menceritakan tentang Resti. Gadis yang juga hidup dalam keterbatasan seperti halnya Dwi Fatmawati. Ia terlahir dari keluarga yang serba terbatas, ayahnya menjadi buruh pabrik di ibu kota. Namun, pada masa krisis moneter, ayahnya terkena PHK hingga akhirnya keluarga resti bergegas pindah ke sebuah desa yang jauh dari hingar bingar ibu kota. Mengetahui kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pas an, tidak mematahkan semangatnya untuk bisa sekolah di sekolah-sekolah favorit. Prestasi pertama yang ia dapatkan ketika di bangku sekolah yakni mendapatkan peringkat ketiga dikelas. Resti juga senang mengikuti lomba-lomba yang diadakan di sekolahnya, meskipun jarang mendapat juara juga, lantas ia tak patah semangat dan malah menjadikannya pengalaman yang berharga. Suatu ketika, ia pernah mendapatkan nilai raport matematika sangat jelek hingga membuat ibunya kecewa. Matematika adalah satu-satunya mata pelajaran yang tidak ia sukai. Sejak kegagalan itu, ia bertekad tidak akan mengecewakan ibunya lagi. semangat belajar yang tinggi membuatnya menyukai matematika hingga akhirnya ia bisa mendapatkan nilai memuaskan. Atas prestasi-pretasinya dan semangat belajarnya yang tinggi, ia mampu mewujudkan mimpinya hingga ke negeri sakura. Ia berhasil mendapatkan beasiswa untuk pendidikan S2 nya di Hiroshima University, Jepang.

Ardiana Konita menceritakan awal mula ia menentang pilihan ayahnya untuk mengambil jurusan pendidikan guru SD (PGSD) agar mewariskan profesi ayahnya. Ia diterima di jurusan pendidikan guru dari jalur SNMPTN Undangan. Pilihan itu membuatnya merasa sulit untuk menggapai mimpi-mimpinya. Menurutnya, ia sudah berusaha cukup keras belajar setiap hari semasa sekolah, lantas mengapa akhirnya menjadi seorang guru? Ia ingin bisa kuliah di universitas-universitas bergengsi seperti anak lainnya.  Hingga akhirnya, ia menetapkan pilihannya mengikuti permintaan ayahnyaa untuk menjadi seorang guru. Seiring berjalannya waktu, ia menikmati masa kuliahnya dan akhirnya berhasil menuntaskan pendidikan S1 nya. Setelah lulus, ia bekerja menjadi guru di sekolah dekat rumahnya. Kurang lebih setahun, ia memberanikan diri mengikuti seleksi beasiswa S2 di luar negri. Berkat ketekunan dan usaha nya selama ini, ia berhasil diterima di Hiroshima University jurusan pendidikan.

Berikutnya adalah kisah seorang laki-laki yang sangat patuh kepada kedua orangtua, terlebih ayahnya. Ahmad Fajri, mahasiswa S1 jurusan farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto ini, memiliki tekad yang kuat untuk mewujudkan mimpi-mimpinya, yakni keliling dunia hingga seribu negara. Fajri aktif mengikuti pertukaran mahasiswa di berbagai negara dan ia sempat tergabung menjadi Finalis Mahasiswa Berprestasi Nasional 2017. Kisah memiluhkan yang ia ceritakan adalah ketika ia hendak pergi untuk pertukaran pelajar di salah satu universitas di Bangkok. Ia selalu menceritakan apa saja yang sudah ia capai ke ayahnya. Saat itu, ayahnya sedang sakit keras. Meskipun begitu, ayahnya selalu memberi semangat dan pesan-pesan positif untuk Fajri agar tidak patah ssemangat dalam meraih mimpi-mimpinya. Sehari sebelum ia berangkat menuju Bangkok, ayahnya meninggal dunia. Pesan-pesan yang diberikan oleh ayahnya akan selalu diingat dan membuatnya semakin semangat untuk terus mewujudkan mimpinya dan membanggakan nama keluarganya.

Seperti pada umumnya, Kisah Imron Azami mengenal Anime dari televisi pada masa kanak-kanak. Dari Anime lah, Imron tertarik untuk mengetahui tentang dunia Jepang baik entertainment maupun pendidikan. Imron adalah mahasiswa jurusan Sastra Inggris di UIN Sunan Ampel Surabaya. Rasa penasaran akan pendidikan di  negeri Sakura itu benar-benar berhasil membuat mimpi-mimpinya menjadi nyata. Ia berusaha keras meskipun berkali-kali proposal risetnya ditolak, ia tetap semangat dan percaya bahwa ia bisa mendapatkannya. Setelah melewati rintangan yang panjang, akhirnya ia berhasil diterima di Hiroshima Univeristy di jurusan pendidikan. Percayalah pada mimpimu maka mimpimu tak akan mengecewakanmu adalah motto hidupnya.

Kisah inspiratif yang terakhir adalah kisah dari Ediyanto sebagai seorang guru fisika. Ediyanto yang mengawali karirnya menjadi Guru Tidak Tetap (GTT) di sekolah kejuruan terbaik di Malang selama 3 tahun. Dalam waktu 3 tahun itu, beliau sudah berhasil mengantarkan siswa-siswa didiknya berprestasi di bidang akademik. Sebut saja, di kejuaraan Lomba Kompetensi Siswa di bidang olimpiade fisika, beberapa kali beliau berhasil membimbing siswanya hingga juara di tingkat Provinsi dan Nasional. Di bidang karya ilmiah berhasil masuk dalam Indonesian Science Project Olimpyad (ISPO) sebagai finalis dan di tingkat internasional telah berhasil membawa Indonesia sebagai terbaik ke-4 di ajang Taiwan International Science Fair. Siswa-siswanya di didik utnuk pantang menyerah dan semangat menuntut ilmu. Pria kelahiran Sampit 33 tahun yang lalu ini, sekarang sedang menempuh pendidikan S3 di Hiroshima University jurusan pendidikan (Educational Development, Graduate School for IDEC). Dan sebelumnya beliau menempuh pendidikan S2 nya di jurusan pendidikan Fisika di Universitas Negeri Malang.

Jadilah Orang Yang Dicari 1 Mei 2018

Posted by yorigroup in Filosofi.
add a comment

 

Jadilah sosok yg dicari

Karena kebaikannya, keunggulannya & kepribadiannya yg menarik

Sehingga kehadiranmu selalu dirindukan oleh orang lain sekaligus memiliki lebih dari satu pilihan dalam setiap kesempatan yg datang dalam hidupmu

(Rsn Signature Quotes , 2011)