jump to navigation

Beli Mobil dan Sepeda Motor dengan Cicilan 0 % Mungkinkah ? 12 Juli 2017

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
Tags: , ,
trackback

Daya beli masyarakat tengah menurun salah satunya gejalanya adalah volume penjualan tahunan mobil yang turun untuk pertama kalinya terjadi tahun 2013 – 2014. Data GAIKINDO untuk tahun 2016 volume penjualan mobil tetap bagus di atas 1 juta unit lebih sedikit walaupun belum pulih kembali ke level tahun 2013.

Untuk menggenjot penjualan mobil sekarang pihak ATPM, dealer dan leasing memberikan tawaran menggoda yaitu cicilan 0%. Siapa yang tidak tertarik dengan penawaran ini ? Kita tidak dikenai bunga sekian persen sebagaimana yang selama ini marak ditemui. Selama ini kita lazimnya mengenal cicilan 0% saat membeli barang elektronik, perabotan rumah tangga, paket perjalanan, dll. Bagaimana dengan kendaraan bermotor seperti mobil atau sepeda motor ?

secara umum ada beberapa syarat untuk menikmati cicilan tanpa bunga alias nol persen

  1. mobil baru dengan harga minimal 200-250 juta
  2. DP (Down Payment / Uang Muka) 40% – 60 %
  3. Tenor maksimal 3 tahun

Saat ini ada 3 jalan untuk menikmati ini antara lain :

Jalan Pertama : Promo ATPM

saat event-event tertentu misalnya saat IIMS (Indonesia International Motor Show) 27 April – 7 Mei 2017 yang lalu, merk mobil yang menawarkan program ini adalah Chevrolet dan Honda memberikan promo cicilan 0% untuk model kendaraan tertentu

info lebih lengkap Anda bisa simak flyer promosinya di sini

Cara ini memiliki kekurangan yaitu :

Promo hanya berlaku selama masa pameran. Karena IIMS cuma diselenggarakan satu kali saja dalam setahun, maka Anda tidak bisa menjumpai program ini di bulan-bulan lain.

Hanya model mobil tertentu yang berhak mengikuti program cicilan 0%. Bagaimana jika mobil yang kita taksir adalah HRV dimana model tersebut tidak berhak mengikuti program yang menggoda ini. Nah itulah yang jadi persoalan. Bagai cinta bertepuk sebelah tangan.

Tidak mendapatkan diskon/cashback karena uang hasil potongan harga akan diberikan ke pihak yang mengucurkan kredit. Dengan kata lain bunga kredit sebenarnya ditanggung oleh ATPM. Pembeli diharuskan memilih salah satu antara cicilan 0% atau cashback jika membeli secara tunai atau cicilan normal (dengan leasing).

 

Jalan Kedua : Promo Bank

Saya mendapati BTN Syariah sebagai salah satu bank yang memberikan program ini untuk nasabahnya. Anda dibebaskan memilih mobil apapun selama itu adalah baru dan berharga di atas 200 juta. Tentunya Anda diwajibkan membeli mobilnya selama program promo bank masih berjalan. Saat itu Bank Tabungan Negara Syariah alias BTN Syariah sedang ulang tahun dan program ini berlangsung 4 bulan dari Juni s.d September 2017. Masih lebih panjang dibanding IIMS 2017 yang cuma diselenggarakan selama 10 hari. Oleh karena itu dengan cara ini Anda memiliki waktu yang longgar untuk menimbang-menimbang bersama keluarga dan mengatur keuanganan. Anda berkemungkinan mendapatkan cashback walaupun tidak sebesar jika bayar tunai atau cicilan normal, itu tergantung negosiasi di belakang layar antara bank dengan dealer. Tetapi cara ini ada keterbasan yaitu :

  1. Tenor kredit lebih pendek : 3 – 12 bulan
  2. Kita harus menjadi nasabah dengan menabung di bank yang mengucurkan kredit. Tidak sekedar menabung, kita wajib menaruh sejumlah dana tertentu katakanlah 150 juta rupiah dan tabungan tersebut akan dikunci dan tidak dapat ditarik selama cicilan berlangsung. Jadi mirip deposito tapi tidak bisa dicairkan. Boleh dibilang ini adalah back-to-back lending, kita , nasabah, berhutang  uang yang sebenarnya itu adalah milik kita sendiri.

Jalan Ketiga : Menjadi Nasabah Prioritas sebuah Bank

Apakah Anda sering ditawari bank kartu kredit. Saking seringnya ditawari membuat anda bosan untuk menolaknya. Bahkan yang lebih parah, Anda tidak pernah meminta apalagi ditelpon oleh telemarketing, tiba-tiba dirumah sudah datang sebuah amplop berisi kartu kredit yang siap untuk diaktifkan. Sekarang coba berpikir, mengapa bank begitu percaya sekaligus ngotot supaya anda juga menjadi pengguna kartu kredit. Pertama tentu bank ingin meningkatkan omzet dan anda dipandang oleh bank sebagai nasabah dengan profil menarik. Menarik karena apa ? Tentu saja karena anda adalah nasabah lama dengan portofilio alias nominal tabungan yang besar di bank tersebut.

Dengan premis yang sama , bank akan menawari anda untuk kredit tapi kali ini obyeknya adalah mobil. Ini adalah pengalaman adik dari Mama saya alias pak lik saya (paman, bahasa Jawa). Pak Rawi, paman saya, ditawari oleh BCA untuk kredit mobil secara 0% selama 3 tahun. Siapa yang tidak tertarik coba. Akhirnya pak lik pergi ke sebuah dealer di Jakarta lalu memilih Honda HRV Prestige dengan diskon 16 juta yang disertai bonus-bonus menarik. DP yang diberikan adalah 150 juta rupiah sekitar 40% dari harga OTR mobil 370 juta.

Berbeda dengan promo ATPM atau promo bank yang telah disebutkan di atas yang terbatas untuk mobil tertentu dan masa program yang pendek. BCA memberikan keleluasaan kepada Pak Rawi sampai dengan akhir tahun 2017. Kuthuk marani sunduk (unen-unen basa Jawa). Paman saya tidak butuh waktu lama untuk berpikir karena sudah ada rencana punya mobil baru  yang akan dipakai mudik Idul Fitri bulan Juni 2017. Singkat cerita transaksi jual beli selesai dan Honda HRV sudah diserahterimakan pada akhir bulan 4 tahun 2017. Seingat saya waktu itu bulan April 2017 dimana event IIMS 2017 sendiri belum dimulai.

Enaknya lagi, Pak Rawi tidak perlu mendepositokan sejumlah uang seperti yang terjadi pada kasus BTN. Uang pak lik saya di BCA tidak dikunci sehingga untuk perputaran bisnis tetap dipakai seperti biasa.

Cara ini boleh dibilang tidak ada bedanya dengan beli tunai/cash atau leasing 3 tahun. Namun, bedanya adalah bunganya adalah 0%. Lalu Anda berpikir, bank dapat untung apa? bunga itu adalah sumber pemasukan bagi bank. Di sisi lain paman saya juga tetap mendapatkan diskon harga OTR mobil dan bonus aksesoris dimana hal ini tidak terjadi di jalan pertama : promo ATPM.

Memang benar BCA tidak mendapatkan keuntungan yang langsung terlihat berupa bunga, tetapi bank mendapatkan manfaat dari perputaran uang di rekening Pak Rawi. Paman saya punya sejarah sejak 5 tahun terakhir adalah nasabah penting menurut BCA dimana perputaran uangnya mencapai milyaran rupiah setiap bulan. Oleh karena itu, Bank ‘mewajibkan’ setiap transaksi omzet dari rekan bisnis paman saya selalu diselesaikan / settlement di BCA. Nasabah prioritas seperti pak Rawi inilah yang membuat BCA bernafas setiap hari. Bayangkan jika 1000 orang saja orang seperti pak Rawi memindahkan uang ke bank lain alias rush money, bisa-bisa bank langsung rubuh.

Karena barang yang dibeli masih dalam status hutang alias kredit, tentu mobil wajib diasuransikan. Biasanya pihak finance / leasing akan mewajibkan menggunakan asuransi dari grup usahanya sendiri atau perusahan asuransi mitra. Contoh jika ambil kredit di Mandiri maka akan mengambil asuransi dari perusahaan yang masih satu grup Mandiri juga. Meskipun bank tidak mendapatkan keuntungan dari bunga, setidaknya perusahaan asuransi mendapatkan pemasukan.

Nah asuransi mobil ini sebenarnya perlu-gak-perlu juga. Untuk mobil yang cuma dipakai dalam kota apalagi cuma akhir pekan atau libur tanggal merah, asuransi ini seolah-olah buang-buang uang. Asuransi ini malah menjadi beban baru karena ujung-ujungnya meningkatkan TCO (Total Cost of Ownership) dari mobil. Bagi yang membeli barang secara tunai membeli asuransi hukumnya menjadi sunnah atau mubah. Uang asuransi tahunan ini sebenarnya bisa dialihkan untuk bayar PKB (pajak kendaraan bermotor) di samsat atau beli bahan bakar minyak di SPBU selama 1 tahun.

Yang membuat sebagian orang keberatan dari cicilan 0% adalah nominal uang muka yang cukup besar yaitu 40-60%. Akibatnya cicilan per bulan makin besar seiring makin pendeknya tenor kredit. Beberapa orang lebih suka cicilan yang kecil tiap bulan tapi memiliki tenor 5 tahun. Bahkan ada leasing yang berani  menawarkan tenor kredit sampai 7 tahun walaupun itu berdampak harga akumulatif mobil menjadi mahal gak karuan.

Membeli dengan cara mencicil memberikan keringanan berupa pengaturan pengeluaran yang lebih flexibel dan penting juga bagi seorang pengusaha untuk tetap memiliki uang cadangan untuk perputaran bisnis.

Ada satu jalan lagi

Jalan Keempat : Pinjam Uang ke Keluarga , Saudara dekat, Sahabat

kalau ini sepertinya tidak perlu penjelasan lagi. Kalau masih butuh penjelasan, saya ragu sebenarnya dimana anda tinggal saat ini apakah pembaca sekalian ini tidak pernah bergaul dan hidup di gua. Atau mungkin bahkan tidak pernah sekolah. Bila cara ini yang dipilih, yang terpenting adalah menjaga kepercayaan jangan sampai menimbulkan keributan sehingga hubungan persaudaraan menjadi hancur. Jangan bersikap baik saat ada maunya saja ketika belum dihutangi, tetapi giliran diingatkan dan ditagih malah selalu ngaku sibuk dinas luar kota.

 

Bagaimana ? Anda tertarik untuk mencoba.

Mana yang lebih anda sukai, bayar secara tunai lunas nas-nas-nas, kredit normal atau kredit nol persen. Keputusan di tangan anda atau mungkin istri anda. Hahahahah.

Apapun itu yang terpenting adalah belilah barang karena memang dibutuhkan dan sesuai dengan keadaan finansial saat ini. Jangan memaksakan diri untuk membeli barang yang sebenarnya tidak perlu apalagi tidak mendukung aktivitas bisnis atau pekerjaan sehari-sehari. Ditambah juga harga mobilnya yang mahal diluar batas kemampuan. Coba bertanya ke diri sendiri. Jangan-jangan, niat dalam hati kecil anda adalah mungkin cuma ingin gaya-gayaan demi gengsi dan pamer saat ada pertemuan keluarga besar. Istilahnya BPJS , Budget Pas-pasan tapi Jiwa Sosialita.

Anda memiliki pemikiran lain ? Bagi pengalamanmu di kolom komentar di bawah ya……

Jangan lupa bookmark blog ini untuk mendapatkan artikel menarik mendatang.

~~ Pria Tampan 2017-07-12 ~~

ditulis Di bawah langit kota yang padat dan selalu panas.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: