jump to navigation

Day 3 : Menuju Paris dengan EuroStar 26 Januari 2016

Posted by yorigroup in Trip Travel Tour.
trackback

Hari ini saya berpisah dengan Akbar. Dia pulang ke Southampton dan aku ke Paris untuk kopi darat dengan temanku yg lain, Nastiti. Minggu depan , aku akan ketemu Akbar lagi di Southampton.

Jadwal keberangkatan kereta masih siang jam 12.30. Tapi dua jam sebelumnya sudah tiba di St. Pancras. Station ini sangat luas dan di seberangnya ada station King’s Cross kalau kamu fans harry potter ada spot foto platform 9 3/4 yang terkenal. Staff Eurostar sangat helpful mereka sangat tanggap jika ada calon penumpang yang nampak kebingungan.

Check-in dibuka 45 menit sebelum keberangkatan. Security check termasuk ketat , tetapi tidak seketat di bandara. Di station St.Pancras ada petugas imigrasi dari Perancis sebagai bagian dari Schengen Area. Petugas imigrasi tidak bertanya apapun dan langsung memberi stamp di paspor. Sebelumnya sempat khawatir ditanyai tidur dimana, punya agenda apa di Paris ,dll.

Penumpang Standard-Premier atau dikereta setara first class mendapatkan 1 kali meal lunch yang diantar langsung ke kursi. Kereta ini dilengkapi colokan listrik tapi tanpa wifi gratis. Kereta sangat mulus walaupun melaju 300KM/jam. Jangan harap porsi yang besar untuk makan siang. Karena porsinya tergolong kecil karena konsepnya fine dine mungkin ya.

Saat itu dalam Gerbong Standard Premiere yang saya naiki penumpangnya  bisa dihitung dengan jari. Lebih baik dipakai buat tidur. Andai punya teman travelling yg menjaga tas, saya bisa keliling kereta.

Eurostar tiba tepat waktu di Gare du Nord Paris. Di stasiun ini banyak sekali orang negro. Teman-teman di Indonesia bilang harus waspada jika di Paris karena banyak copet dan bisa dipalak oleh orang yg tidak jelas. Berhubung uang Euro yang dibawa pecahan 50, saya membeli coklat seharga EUR 2 supaya dapat kembalian uang kecil. Uang kecil ini yang dipakai untuk beli tiket kereta dalam kota. Saya beli tiket t+ untuk menuju apartemen teman di Area 13.

Selama di dalam kereta RER, jantung tidak henti-hentinya  berdetak kencang sekaligus mengingat nama Tuhan. Khawatir dicopet. Situasi di dalam RER sangat padat. Untuk mengatasi rasa takut saya selalu mendekat dengan bule yg berlogat British. Setidaknya mereka adalah sesama turis dan kalau ingin tanya-tanya mereka akan menjawab dengan bahasa Inggris juga.

Tiba di station Cite Universtiee dengan aman sentosa, tidak ada tangan jahil yang grepe-grepe saku.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: