jump to navigation

Day 1 : Deg-Degan di Imigrasi Heathrow 25 Januari 2016

Posted by yorigroup in Trip Travel Tour.
trackback

Day 1 : Deg-Degan di Imigrasi Heathrow

A380 mendarat dengan mulus dan diluar masih gelap subuh. Sebelum mengambil bagasi penumpang harus melewati gerbang imigrasi. Sebulan sebelumnya sudah khawatir akan ditanyai macam-macam karena riwayat travelling yang “perawan” dan semua booking hotel sudah dicancel. Setelah tanya ke Akbar, temanku yang tinggal di Soton. Print-out booking dari Wisma Siswa Merdeka bisa ditunjukkan jika ditanyai immigration officer. Di dalam pesawat pramugari tidak memberikan lembar custom atau landing card sebagaimana jika travelling dari Indonesia ke Singapura. Penumpang harus mengambilnya sendiri di meja yg disediakan.

 

 

landing_card UK

contoh landing card (entrance card) di UK (klik untuk memperbesar). Sumber : http://sean.kiev.ua/

 

Di sebelah ada sekelompok orang berwajah India yang bingung harus mengisi landing card atau tidak. Mereka bertanya “Are you Nepalese?”. Tak jawab aja, “no Iam Indonesia”. Ku beri tahu bahwa harus mengisi landing card ini. Saya isi semua baris dengan lengkap kecuali Baris “Contact Address” karena bingung dan akan ditanyakan saat ketemu petugas. Ternyata tidak ada petugas yang bisa ditanyai kecuali petugas di belakang meja cap paspor. Di bandara Heathrow terdapat 3 line, satu untuk pemegang paspor UK, satu untuk pemegang paspor EU (European Union) atau EEA, satu lagi other passport. Paspor WNI masuk ke antrian Line Other Passport. Yak ampun antriannya panjang bro. Saat mengantri aku santai- santai saja, lupa kalau contact address belum diisi. Dan saat giliranku maju, petugas imigrasi expresinya jadi jutek karena ada baris yang belum diisi. Tanpa basa-basi dia langsung mengusir untuk keluar dari antrian dan cari meja terdekat untuk melengkapi landing card.

Okelah , baris contact address ku isi detail alamat dari Wisma Siswa Merdeka. Dan karena tadi sudah mengantri ku pikir bisa langsung maju lagi tanpa mengulang antrian. Aku masuk pintu antrian khusus yang kelihatan sepi dan ternyata diusir lagi. Petugas bilang bahwa kalau sudah keluar antrian apapun alasannya ya harus mengulang dari awal. Eh jadilah saya mengulang. Di saat mengantri kedua kalinya. Ada seorang bule , entah bule negara mana, dia hanya perlu berdiri di pinggir dan diperbolehkan untuk mengisi sebentar dan boleh maju lagi tanpa harus mengulang. Di belakangku ada juga orang negro yang harus mengulang antrian karena tidak lengkap mengisi landing card. Ini adalah perlakukan rasis yang saya alami dan itu di UK. Tak perlu diambil hati , toh sebenarnya saya juga salah sih. heheheh

TIPS : Isi dengan benar semua baris Landing Card sebelum masuk antrian.

saat dipanggil kedua kalinya saya memilih petugas yang laki-laki, syukur-syukur yang berwajah asia atau India supaya lebih ramah. Petugas imigrasi yang kedua ini adalah bule cowok.

Petugas Imigrasi (PI) : paspornya pak
saya : “ini”
PI : jadi anda pergi sendirian. Apa tujuan anda ke UK?
Saya : ya saya travelling alone untuk berlibur
PI : Dimana anda tinggal selama 15 hari
Saya : saya menginap di Wisma Siswa Merdeka
PI : what is that
Saya : sejenis hostel, untuk tamu khusus dari warga negara Indonesia
PI : bagaimana cara kerjanya ?
Saya : saya booking dari email pak, dan pengelola memberikan bukti konfirmasi
PI : berapa harga per malamnya
Saya : 17 pound per malam
PI : wah murah juga ya
Saya : ya…..
PI : Kamu mau ke mana saja ?
Saya : ke big ben, trafalgar square, british musem,
PI : enjoy your holiday, (sambil cap paspor)

Apa yang saya khawatirkan bahwa Petugas imigrasi akan beneran cek hotel ternyata tidak terbukti karena booking hotel sebelumnya sudah dicancel hanya punya bukti booking Wisma Siswa Merdeka saja. Semua dokumen / print-out pendukung sudah saya siapkan tapi ternyata tidak diminta. Untungnya petugas langsung yakin bahwa saya adalah turis dari hasil wawancara singkat di atas.

TIPS : jika kamu menginap di rumah teman sebaiknya tetap memiliki print-out bukti booking penginapan meskipun booking hostel/hotel tadi sudah di-cancel.

Menuju Wisma Siswa Merdeka

Dari terminal 4 Heathrow harus naik Tube Picadilly Line Eastbound dan change di Green Park  Jubilee Line Northbound. Oyster card dibeli seharga GBP 20 yang sudah termasuk pulsa GBP 15.

Rehat Sejenak

untuk hari pertama tidak ada agenda jalan-jalan. Hanya stay di Wisma sambil cari menu makananan bernasi. Info dari Mas Hanif, saya dan Akbar langsung ke Kilburn untuk mencari Speedynoodle, restoran masakan cina yang menyediakan menu nasi goreng.

Beli SIM Card lokal UK

Di jalan raya Kilburn mampir ke toko berlogo EE (Everything Everywhere) untuk beli sim card Everything Pack seharga GBP 1. Sales clerknya bilang kartu ini belum aktif sebelum diisi pulsa senilai GBP 15. Sekalian di sebelah ada Salisbury, mampir juga untuk beli voucher GBP untuk EE. Kelebihan EE ini kualitas sinyal jelas lebih oke dibanding operator MVNO seperti GiffGaff , tetapi harganya lebih murah dibanding Vodafone. Bisa sharing internet dari personal hotspot android (tethering).
Spesifikasi paket Everything Pack EE paket 30 hari adalah

  • Data 2GB di semua network, 2G, 3G, 4G
  • 500 minute ke semua no. UK
  • unlimited text (sms)

Harga GBP 16 (termasuk GBP 1 harga sim card) termasuk murah untuk ukuran orang UK karena setara 3kali makan. Tapi jika harga GBP 16 dikurskan langsung ke rupiah menjadi Rp. 320rb alias mahal sekali.

Di Inggris sebenarnya sangat banyak sekali wifi gratis , di bus, halte, dll. Tetapi lebih enak punya koneksi internet sendiri. Karena wifi gratis memerlukan login dan register.

HP Android Oppo sudah dilengkapi internet EE, aplikasi Citymapper sudah diinstal. Hari kedua besok siap untuk menjelejah kota London.

 

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: