jump to navigation

Dosen yang Menginspirasi : Dr. Ir. Wirawan, DEA 6 Mei 2014

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
2 comments

Dosen yang Menginspirasi : Dr. Ir. Wirawan, DEA

Kali ini saya akan menceritakan seorang sosok inspiratif, beliau adalah Dr. Ir. Wirawan, DEA.

kami mahasiswa beliau memanggilnya Pak Wirawan dan acapkali cukup menyebutkan Pak Wir saja. Pasalnya, beliau yang menyelesaikan studi S2+S3 di Univercity of Nice Sophia Antipolis, kota Nice, Perancis ini adalah satu-satunya orang yg bernama wirawan dari 100-an dosen yang mengabdi di Elektro ITS.
Mencari profil Pak Wir di internet dengan bantuan mbah Google sangat sulit dikarenakan ada ribuan orang yang bernama sama di luaran sana selain itu juga beliau adalah seorang yang jarang meninggalkan ‘jejak digital’ di internet. Namun, jika kita melalukan search di scholar.google.com atau di IEEE explore atau search engine khusus akademisi dan publikasi ilmiah, kita akan menemukan halaman spesifik yang merujuk Pak Wir.
beberapa mata kuliah yang beliau ampu antara lain

matematika teknik II , proses acak, pengolahan sinyal digital, pengolahan sinyal komunikasi multimedia, jaringan komunikasi multimedia , jaringan sensor nirkabel, teknik optimasi, keamanan informasi, sistem radio kognitif, tugas akhir, dan thesis tentunya

pak wirawan ngajar s2

Foto 1. Pak Wirawan sedang mengisi kuliah s2 ( NB : click the picture for larger resoultion , sumber : Dokumentasi Pribadi)

Saya kenal dan terlibat dengan beliau dalam berbagai moment sejak 2011 antara lain dalam urusan TA sebagai pembimbing , Kerja Praktek, pembimbing sekaligus juri dalam lomba gemastik , pemberi surat rekomendasi untuk kuliah pasca sarjana, dosen dalam mata kuliah seperti PSM (pengolahan sinyal multimedia),  kepala lab saat harus setor nilai praktikum, moderator saat seminar SITIA 2013, dll. Dalam posting artikel kali ini , saya akan berbagi kesan yg saya alami selama pengamatan dan interaksi dengan beliau selama ini.

  •  sukses

well, karena ukuran sukses itu relatif, saya akan batasi dalam 2 bidang saja. Dalam bidang akademis, beliau sudah memiliki gelar doktor, Ph.D, dalam hal publikasi jurnal internasional IEEE dan Hindawi juga sudah banyak. Dalam hal materi, beliau sehari-hari ditemani Nissan X-trail. Dari apa yg dikendarai saja, beliau sudah menunjukkan sebagai sosok yang sangat produktif. Namun, yang luar biasa adalah kita harus malu. Kenapa, karena beliau adalah penyandang difabel, namun dapat menjadi sosok yang menghasilkan karya intelektualitas berkelas dunia. Kita sebagai manusia yg diberi nikmat lebih banyak dari Tuhan sudah seharusnya lebih mampu untuk berprestasi lebih banyak dari beliau.

  • perhatian dan royal

weits. Maksudnya royal di sini adalah ringan tangan untuk mengeluarkan biaya selama itu menunjuang kegiatan riset mahasiswa bimbingannya. Beliau bahkan membelikan koneksi speedy up to 2Mbps senilai 1,5 juta per bulan sebagai koneksi cadangan di samping koneksi gratis dari kampus. Tarif yang cukup mahal pada waktu itu, semata-mata agar kegiatan riset di lab menjadi makin produktif. Contoh lain jika butuh untuk beli ebook , jurnal internasional seperti IEEE atau Hindawi , modul-modul rangkaian elektronik , beliau tidak segan merogoh kocek. Dalam hal perhatian ke mahasiswa, oh jangan ditanya. Tahun 2011 bulan Agustus ada pendaftaran kompetisi smart hardware contest Gemastik yang diselenggarakan oleh Dirjen Dikti Kemdiknas, sebagai juri dalam lomba itu. Pak Wir menyuruh mahasiswa labnya untuk turut serta. Di dalam ruangan kerjanya dia memanggil Anton, teman satu lab saya yg juga bimbingan pak Wirawan

Ucapan Pak Wir ke Anton yang sangat ingat begini kira-kira, “Mas TA(Tugas Akhir)-mu cuma mau berhenti di sini saja ?” maksudnya cuma berhenti menjadi paper. “Ini ada lomba gemastik, kamu harus ikut, karyamu, antena untuk energy harvesting dari gelombang elektromagnetik bagus dan peluang menangnya tinggi”. Anton si teman saya lalu bertanya, “Pak saya kan mau lulus,wisuda bulan september, sedangkan lombanya setelah bulan itu” Pak Wir membalas “ya kamu bisa minta tolong teman untuk buat team dan mempresentasikan karya TA-mu di lomba nanti”. Anton memanggil saya, dan 2 orang teman lagi untuk buat team baru untuk mewakilkan karya Radio Frequency Energy Harvesting miliknya di gemastik. Singkat cerita, terbentuknya sebuah tim yg terdiri atas 3 cowok ganteng dan kemudian menjadi juara dalam perlombaan lomba kreativitas mahasiswa .

Tidak hanya menyuruh mahasiswa untuk terlibat dalam lomba, tetapi Beliau juga membantu memberikan saran tampilan power point, konten yang perlu ditonjolkan , dan membantu melatih kita dengan pertanyaan-pertanyaan yg mungkin muncul dari mulut juri. Sekadar informasi, beliau sendiri sebenarnya juga juri dalam lomba yg akan kita ikuti. hasil dari lomba smart hardware itu, tim saya berhasil juara 3. Alhamdulillah. Semoga hal ini tidak dianggap KKN. Hehehehee.

  • Menantang

ya Pak Wir memberikan standar yang tinggi untuk nilai sehingga membutuhkan perjuangan extra untuk mendapatkan nilai terbaik, nilai A. Dan mata kuliah yg diajarkan pun tergolong advanced , topik TA dan thesis yang ditawarkan pun tergolong unik dan bahkan belum ada real-implementation nya saat ini. Mahasiswa yg berhasil mendapatkan nilai A (nilai tertinggi) sangat mudah dihitung dengan jari tangan. Bahkan ada seorang teman saya , kakak kelas waktu itu, sampai mengulang 3x untuk mata kuliah yg sama. Lebih serunya lagi, untuk mengikuti kurikulum dan teknologi terbaru tiap 4 semester beliau mengganti text-book utama yg akan menjadi acuan mengajar.

  • Mudah ditemui

Tidak seperti beberapa dosen lainnya , beliau sangat mudah ditemui di ruangannya, Gedung B lantai 3 ruangan Lab. Multimedia B304  Asalkan masih jam kerja ya. Cara mengecek beliau lagi di kampus atau tidak adalah dengan mengecek mobil beliau apakah diparkir di lapangan.

  • Demokratis

Demokratis di sini maksudnya adalah trust yang tinggi kepada mahasiswa. Anggota lab dibebaskan beraktivitas sampai malam bahkan tidur menginap di lab. Ada aturan wajib bagi penghuni lab yakni harus bangun dan lab harus bebas dari peralatan tidur. Dan mahasiswa juga dibebaskan memilih topik thesis/Tugas akhir yang akan dikerjakan mahasiswa walaupun itu sebenarnya bukan topik yang beliau tawarkan asalkan masih dalam scope bidang keahlian beliau.

  • Menghargai Privasi

Mungkin ini terdengar exagerated, itulah yang saya alami selama menjadi mahasiswa bimbingan. Beliau tidak pernah berbagi no.hp agar lebih mudah dihubungi. Beliau lebih suka ditemui secara langsung di ruangan kerjanya atau lewat email. Hanya mahasiswa S3 atau mahasiwa penting yg terkait dengan proyek yg dia kelola memiliki no.hp pribadi Pak Wir. Beliau sangat profesional, jika di kampus hanya urusan konsultasi, akademik atau riset. Dan jika lagi di luar kampus misal karena ada urusan atau sakit , semua urusan dengan mahasiswa akan dilepas sepenuhnya.

  • Selera Tinggi

Terlihat dari apa yang beliau gunakan untuk menunjang kesibukannya gadget, fashion, event-event musik yang beliau hadiri. Di ruangan kerja beliau bahkan tertempel poster Java Jazz Festival

Beberapa petuah yg sempat saya ingat adalah adalah saat mendorong mahasiswa untuk mencintai riset

“Jadi dosen itu enak lho, kalau pagi jam 7 tidak ada jadwal ngajar ya enak, bisa tidur dulu baru siang berangkat kantor. Kalau dulu kita butuh jurnal harus ke Bandung, untuk sekedar fotokopi, sekarang makin enak, koneksi internet cepat, langganan jurnal sudah diurusi kampus dan gratis lagi. Kita duduk di lab sudah bisa dikatan melakukan riset.” ini momennya adalah saat menjelaskan penawaran topik TA dan menghubungkannya dengan tawaran beasiswa Fast Track S3 Jerman.

Sekian post ini. Sebagai penutup , salah satu quote penutup ketika habis konsultasi tugas akhir adalah “dokumen Diambil besok ya jam 4 sore di ruangan “. Itu artinya pekerjaan  kita akan dibaca dan dikomentari atau permohonan seperti surat rekomendasi akan dikerjakan oleh beliau.

pak wirawan dan anggota lab B304 2013

Foto 2.  Anggota Lab B304 dan Mahasiswa Bimbingan S1-S2-S3.Pak Wirawan (paling kanan hem putih) ( NB : click the picture for larger resoultion ,  sumber : Dokumentasi Pribadi)

#comment : ada yang bisa tebak mana wajah saya ?

Author : Pria Tampan , Under the blue sky of Seoul, SK

referensi

[1] Page personal dosen JTE-ITS : http://www.ee.its.ac.id/lang-en/component/comprofiler/?task=userProfile&user=81