jump to navigation

6 Sumber Penghasilan Mahasiswa selain Uang saku 20 Juni 2012

Posted by yorigroup in Tips dan Trik.
4 comments

Diakui atau tidak kuliah itu membutuhkan biaya yang cukup banyak baik SPP (tuition fee) atau pun biaya hidup sehari-hari. Menjadi seorang mahasiswa itu juga sebuah pekerjaan, bekerja kepada diri sendiri untuk mewujudkan impian yang besar. Pada akhirnya prestasi kita sebagai mahasiswa atau alumni dari almamater kampus juga merupakan bakti kita kepada negara Republik Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju.

Seringkali uang kiriman orang tua tidak mencukupi kebutuhan hidup kita di tanah perantauan ataupun kalau pun sudah cukup uang tersebut belum mampu mendukung ‘gaya hidup’ kita di kota. :D.

Daftar sumber penghasilan berikut diurutkan berdasarkan tingkat kesulitan untuk dilakukan,ketersedian dari waktu ke waktu.

1. Beasiswa

Beasiswa ini macamnya banyak sekali. Secara umum dibagi menjadi 2 jenis yaitu beasiswa atas dasar prestasi contohnya Beasiswa Djarum, Sampoerna Foundation,Eka Tjipta, Total E&P dan atas dasar bagi keluarga ekonomi lemah seperti Bidik Misi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. Untuk mendapatkan beasiswa bisa di saat sebelum masuk universitas ataupun saat sedang berkuliah. Nominal beasiswa ini berkisar antara 250 ribu – 1 juta rupiah per bulannya tergantung dari lembaga atau perusahaan yang memberikan. Dalam satu periode kita bisa mendapatkan 3 beasiswa dari 3 lembaga berbeda, tentu hal itu ada triknya karena di beberapa kampus terdapat aturan bahwa seorang mahasiswa hanya boleh menerima beasiswa dari 1 lembaga saja dalam 1 periode yang sama. Perlu diketahui uang beasiswa itu dicairkan dalam beberapa metode. Ada yang dicairkan secara utuh di awal periode, ada yang dicairkan tiap bulan, ada yang tiga bulan atau 1 semester sekali.

Bagi kamu yang suka dengan hal yang langgeng dan pasti bisa memilih jenis beasiswa yang memberikan ikatan dinas di perusahaan sponsor misalnya beasiswa BNI Early Recruitment Program, Schlumberger Vacation Trainee, Alcatel-Lucent Indonesia,dll.

2. Bekerja part-time

Bekerja di sini memiliki arti kita tinggal mengikuti SOP(Standard Operational Procedure) atau mematui perintah bos yang memberikan kita pekerjaan. Gaji seorang pekerja part-time biasanya berkisar 30% – 50% dari UMR(upah minimum regional). Saya ambil contoh tahun 2012 UMR Surabaya adalah 1,2 juta berarti potensi penghasilannya adalah 300ribu – 600ribu tiap bulan. Kita bisa bekerja sebagai guru les bagi anak SD-SMA termasuk menjadi tutor kalkulus, fisika dasar untuk mabahsiswa baru, redaktur majalah / koran ,waiter/waitress, pramuniaga toko di mall, penyebar brosur, operator warnet, sales kartu kredit, SPG/SPB. Khusus untuk SPG potensi penghasilannya lumayan besar berkisar 100ribu – 1 juta per shift ( 1 shift = 6 jam) besar gajinya tergantung dari jenis event dan perusahaan/vendor dari produk. Pengalaman dari teman-teman saya, terutama teman cewek yang berkuliah di kampus swasta mereka bisa membayar kuliah sendiri, hidup mandiri , memiliki barang elektronik yang keren bahkan membayar biaya sekolah adik.

3.  Menjadi panitia sebuah acara organisasi mahasiswa.

Terdapat banyak kegiatan di kampus baik yang diselenggarakan oleh mahasiswa ataupun pihak kampus. Setelah kegiatan berakhir biasanya panitia akan tersenyum karena mendapatkan ‘amplop putih’. Tapi gaji seorang panitia tidak selalu berupa uang, kita bisa mendapatkan pengalaman, baju panitia, makan gratis atau kalau lagi tidak beruntung hanya mendapatkan ucapan terima kasih berupa sertifikat.

4. Menjuarai Kompetisi ilmiah atau perlombaan umum

Saat masih kecil ikut lomba tujuh belasan di kampung   menjadi juara lomba hanya diberi hadiah alat tulis atau mainan. Ketika mahasiswa , intelektualitas kita benar-benar dihargai saat berhasil menjuarai kompetisi ilmiah terlebih jika karya cipta itu memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Lomba untuk kalangan mahasiswa jenisnya banyak sekali. Jika ingin tahu info terbaru bisa di cek di http://www.madingkampus.com. Lomba yang cukup bergengsi antara lain PKM (Program Kreativitas Mahasiswa ) dari Dikti, Kemdiknas, Gemastik (Pagelaran Mahasiswa Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi), KRI (Kontes Robot Indonesia), LCEN (Lomba Cipta Elektroteknik Nasional), Shell Eco Marathon. Sebuah karya tulis ilmiah, alat, proposal karya ilmiah dapat memenangi beberapa lomba dan jika kamu beruntung pihak kampus bisa memberikan hadiah tambahan atas kemenanganmu selain hadiah yang diberikan panitia lomba kepada para juara.

Tidak  hanya lomba, terdapat forum pertukaran pelajar internasional yang bisa kamu ikuti misalnya Total Summer School, SUSI (Study of United States Institute) by US Department of State), IELSP (INDONESIA ENGLISH LANGUANGE STUDY PROGRAM), dll. Jika kamu pandai berhemat uang saku dari kegiatan forum ilmiah tadi bisa digunakan untuk menambah pundi-pundi rupiah dalam rekening bankmu sekaligus berkesempatan ke luar negeri.

Jika kamu tidak suka kegiatan ilmiah , ada lomba lain yang bisa diikuti misalnya lomba desain logo, lomba cipta slogan / tagline sebuah perusahaan, lomba essay dari berbagai perusahaan atau lembaga nirlaba, lomba blog, lomba fotografi, lomba jualan laptop seperti lomba AIMA (Axioo Intel Marketing Award) tahun 2009 lalu.

Ada manfaat lain selain uang hadiah juara yang diperoleh antara lain kita menjadi selebriti baik di dalam kampus atau pun media masa. Dan jangan lupa prestasi yang kita torehkan akan selamanya tercatat dalam sejarah almamater sampai kapanpun.

5. Menjadi Asisten dosen & praktikum

Dosen juga tidak kalah sibuk dengan mahasiswa. Banyaknya mata kuliah atau praktikum yang diasuh oleh sebuah dosen memberikan peluang tersendiri. Untuk menjadi seorang asdos (asisten dosen,red) kita sendiri harus pintar dalam penguasaan mata kuliah dan rajin. Jika kita memenuhi 2 syarat itu , dosen akan menawari atau sebaliknya kita bisa proaktif dengan menawarkan diri ke dosen yang bersangkutan. Jika kedekatan dengan dosen telah terbangun, kita bisa dilibatkan dalam proyek atau penelitian yang sedang dikerjakan oleh sang dosen . Tapi hati-hati ada juga dosen yang ingin ‘memanfaatkan’ tenaga si mahasiswa saja tanpa memberikan imbalan yang memadai. Pembaca bisa saja beranggapan uang bukan segalanya. Tapi untuk berpikir kita butuh energi. Energi didapatkan dari makanan. Dan untuk makan kita butuh uang.

Untuk kasus dosen yang tidak memberikan imbalan berupa materi , biasanya kita akan dibantu dalam hal akademis misalnya pasti mendapatkan nilai A (nilai sempurna) untuk mata kuliah yg dosen asuh walaupun kita sebenarnya tidak menguasai materi dari mata kuliah itu.

6. Berdagang atau Menjalankan wirausaha

Berkuliah sambil berwirausaha. Inilah yang sedang menjadi tren saat ini. Bahkan ada kampus yang secara terang-terangan memiliki misi untuk mencetak mahasiswanya menjadi seroang enterpreneur. Tidak banyak mahasiswa yang melalukan hal ini karena berwirausaha menuntut si mahasiswa untuk berkorban lebih baik sisi waktu, tenaga dan materi. Untuk mendapatkan uang jajan tambahan Kita bisa menjadi makelar ataupun tengkulak. Misalnya jualan pulsa HP, menaruh kue di kantin , menerima order kaos, menjual alat tulis, . Kita bisa juga bekerja free lance seperti misalnya menjadi MC, main band, membuat program, memperbaiki komputer, install aplikasi di HP, memperbaiki sepeda motor, mendesain website, logo, melayani dll.

Bagi kamu yang ingin berwira usaha bisa membuka bisnis laundry, fotokopi, digital printing, biro les , outlet makanan, personal franchise, dan masih banyak lagi.

Akhir kata , gunakan dengan bijak dan cerdas setiap sen rupiah yang kamu hasilkan dan hematlah. Jika itu dilakukan, itu artinya kamu telah menghargai kerja keras. Belilah barang atau ilmu yang membantu untuk meraih impian di masa depan bukan sekedar membeli barang yang memberikan kepuasan sesaat.

Jika pembaca sekalian pernah melakukan kerja part-time atau pengalaman lain yang tidak tercantum di atas  silahkan tulis komentar di bawah ya.

-YoriGroup-

http://www.idcopy.net

http://www.idcopy.web.id

http://kaskus.idcopy.net

Iklan