jump to navigation

Shirothol Mustaqim 15 Februari 2011

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
trackback

Shirothol Mustaqim

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar kata di atas? Tenang saya tidak akan membahas masalah agama di sini. Di kalangan mahasiswa ITS shirothol mustaqim adalah sebutan untuk sebuah jembatan yang menghubungkan keputih dengan ITS. Entah siapa yang pertama kali memberikan nama, nama shirothol mustaqim terdengar kurang cocok untuk sebuah jembatan. Kenapa tidak diberi nama “ITS-Putih Bridge” atau “Jembut-ITS”. Eits jangan viktor (vikiran kotor) dulu. Nama “Jembut-ITS” singkatan dari Jembatan Keputih dan ITS. Jembut-ITS lebih pas karena mengandung unsur budaya Surabaya karena mengandung kata umpatan (misuh) khas kota pahlawan yang tersohor kasarnya. Tapi karena mahasiswa ITS yang viktor kalah dengan mahasiswa skater boy (ingin tahu arti istilah baru ini? Tanya Rohmen aka Muhammad Nur Rahman anak Elektro ITS 2008), akhirnya nama “Shirotol Mustaqim” memenangkan tender pengadaan nama jembatan. Shirothol Mustaqim secara harfiah bermakna jalan yang lurus (jalan yang benar). Harapan kaum skater boy semoga setiap orang atau mahasiswa yang melewati jembatan ini akan berkuliah dengan sungguh-sungguh di kampus.

Tidak ada sumber tertulis kapan jembatan Shirothol Mustaqim dibangun, tahun 1994 saat saya pertama kali saya hijrah ke perumahan ITS jembatan tersohor ini sudah berdiri. Shirothol Mustaqim memiliki pasang surut dalam perjalanannya. Kalau sekarang kita melihat jembatan ini sangat kokoh dengan beton sangat berbeda dengan kondisi Shirothol Mustaqim pada dekade 90an. Bisa anda bayangkan jembatan vital itu hanya dibangun dengan susunan kayu. Kayu dipilih karena keterbatasan dana masyarakat sekitar dan tidak kaget jika jembatan sering ditutup karena jembatan lagi jebol atau ada yang berlubang. Baru sekitar tahun 2003, jembatan Shirothol Mustaqim dibangun ulang dengan beton seperti yang kita lihat sekarang ini. Sekali lagi entah dari mana dananya dan memang tidak penting diketahui.

jembatan Shirothol Mustaqim Keputih ITSJembatan Shirothol Mustaqim masa kini

Shirothol Mustaqim sudah menjadi bagian dari mahasiswa ITS dalam kehidupan sehari-hari. Tidak bisa dibayangkan berapa ratus ribu rupiah yang akan dikeluarkan tiap mahasiswa untuk beli bensin jika jembatan itu tidak ada. Dan juga tidak bisa dibayangkan berapa banyak umpatan yang akan muncul gara-gara harus memutar jauh ke depan sakinah hanya untuk ke kampus. Sekitar 750 sepeda motor lalu lalang di atas jembatan ini, angka tersebut cukup besar karena 50 persen mahasiswa ITS ngekos di Keputih dan sekitarnya. Untung saja untuk melewati jembatan tidak harus membayar sepeser pun. Coba kita buat hitung-hitungan sederhana jika setiap sepeda motor harus membayar Rp. 100 rupiah, omzet sehari adalah Rp. 75.000 dan dikalikan 30 hari omzet sebulan sama dengan Rp. 2.250.000. Angka yang fantastis.

Saking pentingnya jembatan Shirothol Mustaqim sekarang SKK (Satuan Keamanan Kampus) juga ikut menjaga jembatan vital satu ini. Mereka jaga bukan karena jembatan itu mau roboh lagi atau mengalihkan pengendera tapi mengecek satu per satu sepeda motor yang akan keluar kampus. Kampus sebesar ITS memiliki satu kekurangan yaitu seringnya terjadi pencurian sepeda motor dan laptop. Dan korbannya tidak lain seringkali adalah mahasiswa ITS. Program pengecekan STNK sudah berjalan sekitar dua semester alhasil kasus pencurian sepeda motor katanya sudah nihil. Tapi sayangnya pengecekan STNK tidak seketat dulu seolah-olah tidak ada orang di situ. Itu merupakan keuntungan karena kita tidak perlu repot-repot merogoh dompet untuk mengeluarkan STNK. Kalau dipikir-pikir namanya pencuri pasti juga punya perhitungan supaya tidak ketahuan. Jadi pengecekan STNK atau tidak sama saja.

pos malaikat shirothol mustaqim

Hati-hati jangan terlalu kerasan di kampus karena Shirothol Mustaqim juga memiliki jam operasi.

Awas gerbang Shirothol Mustaqim

Atau ambil konsenkuensi putar balik lewat Gebang.

Setelah melewati Shirothol Mustaqim biasanya anak ITS akan menuju tempat yang sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegera. Apalagi jika bukan.

Toserba Sakinah yang terkenal

Yes sakinah, ada juga yang memplesetkannya jadi Sakinthul. Karena ramainya Sakinah sampai-sampai ada waralaba supermarket yang ingin menyaingi dengan nama “Mawaddah” tapi untung lokasinya tidak berdekatan. Tidak menutup kemungkinan tahun depan ada supermarket tandingan “Warohmah” persis di sebelah Sakinah.

Jika Shirothol Mustaqim berperan memperpendek jarak tempuh ke kampus, maka Sakinah memberikan sumbangsih yang lain dalam kehidupan. Meskipun banyak minimarket baru dan toko kelontong, mahasiswa ITS masih lebih suka berbebelanja di sakinah. Kenapa ? karena sakinah adalah contoh nyata dari slogan One stop shopping solution yang berarti belanja semua kebutuhan dari satu tempat. Sakinah tidak bisa disejajarkan dengan minimarket karena kelasnya sudah diatas itu yaitu toserba (toko serba ada).

Setiap malam Sakinah selalu ramai dengan pelanggan, bapak ibu tua muda anak-anak orang dewasa mahasiswa mahasiswi tumpah ruah memenuhi parkiran Sakinah. Setiap malam para kasir Sakinah selalu tersenyum sumringah karena belanjaan pelanggan yang banyak. Entah berapa rupiah yang mengalir di toserba sakinah. Bisa jadi 50 persen uang saku mahasiswa habis di toserba superlengkap ini. Inilah rute seorang mahasiswa menghabiskan uang saku di Sakinah

Ke ATM isi ulang dompet > Ke Warnet kirim email > Supermarket > Stationery > Servis Printer > Beli Pukis untuk camilan di kos > Beli Pulsa > keluarkan motor > Untung gak bayar parkir > Tidak terasa 50 ribu sudah menghilang dari dompet.

Komentar»

1. michelle - 19 Juli 2011

hahahahahahahah keren!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: