jump to navigation

Menjadi John Pantau Sehari 14 Februari 2011

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
trackback

Menjadi John Pantau Sehari

John Pantau logo

Tahu acara John Pantau di Trans TV atau Mata Kamera TVOne acara semacam itulah. Kalau anak kos pasti tidak tahu. Acara inspeksi mendadak perilaku masyarakat kota yang tidak tertib rambu lalu lintas, peraturan daerah tidak laku sekarang diganti dengan acara ber-rating tinggi. Andai saja John Pantau mau mampir ke ITS pasti ramai karena banyak yang kena razia.

Karena John Pantau sudah tidak eksis di TransTV dan lebih memilih jadi bintang iklan, posisinya saya gantikan sehari buat mantau di sekitar ITS. Tapi reportasenya cuma satu dua. Mari kita mulai.

Lokasi paling ramai di ITS yang akan kita tuju pertama adalah Bank BNI ITS. Kita coba lihat apakah banyak orang yang tertib di situ.

Orang parkir sembarangan

Foto atas menggambarkan ada sekumpulan orang parkir sepeda motor di depan kantor bank padahal ada rambu-rambu “R2 Dilarang Parkir”. Saya pribadi juga orang yang sering parkir di depan bank daripada parkir di lapangan parkir FMIPA yang baru.

Maksud BNI melarang orang parkir di depan bank adalah penghematan sumber daya manusia, yaitu satpam. Satpam yang biasa bertugas mengamankan lingkungan dialihkan menjadi  doorman,orang yang membukakan pintu dan mempersilahkan nasabah ambi nomor antrian. Bukan level satpam bank jika masih turut campur menjaga sepeda motor orang.

Berikut adalah keuntungan (melanggar rambu-rambu) parkir di depan bank,

v      Hemat waktu bandingkan jika harus parkir di FMIPA butuh 5 menit menuju bank

v      Tidak ada pengecekan STNK

v      Lumayan teduh

v      Kalau banyak antrian bisa langsung ambil sepeda motor

Kesimpulannya orang-orang masih lebih suka praktis tapi melanggar daripada jauh tapi tertib.

Reportase kedua datang dari kegiatan Talkshow Bidang Studi Teknik Elektro. Talkshow dimulai jam 9 pagi dan berakhir jam 16.00. Beginilah kondisi Teater C saat jam 9.

sepinya Teater C jam 9 pagi

Sangat sepi. Bayangkan jika Anda jadi panita apa yang akan Anda lakukan? Memulai acara sekarang, atau menunggu beberapa menit sampai ruangan agak ramai. Konsekuensinya kalau dimulai tepat waktu informasi yang disampaikan tidak maksimal. Atau dimulai terlambat konsekuensinya, ada komplain dari dosen pembicara tapi peserta talkshow lumayan banyak.

Peserta mulai memenuhi Teater C dan keputusan panitia adalah memulai talkshow jam 10.00.

hore sudah ramai Teater C jam 10 pagi

Kondisi Teater C jam 10.00

Kesimpulan Yori Pantau bahwa mahasiswa lebih suka datang terlambat karena berpikir “ah paling acara dimulai telat”.  Padahal sikap peserta itu membuat panitia cenat-cenut dan khawatir tidak memenuhi TUK (Tolok Ukur Keberhasilan).

Demikian Yori Pantau melaporkan.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: