jump to navigation

Dosen yang Menginsipirasi : Prof. Danawati 13 Februari 2011

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
trackback

Dosen yang Menginsipirasi

Kali ini saya akan menceritakan seorang dosen yang luar biasa. Beliau adalah Prof. Dr. Ir. Danawati Prajitno, SE, M.Pd. Jika membaca namanya kita bisa tahu betapa banyak gelar pendidikan yang disandang. Bu Danawati adalah dosen Teknik Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Beliau sangat terkenal di kalangan mahasiswa apalagi mahasiswa tingkat akhir baik itu D3, S1, bahkan S2. Mahasiswa tingkat akhir tersebut akan mencari Bu Danawati karena mereka belum lulus TOEFL. Sebagai informasi di ITS untuk lulus yudisium mahasiswa harus memiliki nilai TOEFL sebesar 477. Loh Dosen Teknik Kimia bagaimana bisa mengajari TOEFL yang notabene bukan bidangnya. Oke saya jelaskan, memang benar beliau dosen Teknik Kimia tetapi tidak hanya itu beliau juga memiliki usaha kursus TOEFL Preparation.

Kursus TOEFL Preparation Bu Danawati punya reputasi bagus dibuktikan dengan testimoni dari banyak orang mulai dari Ketua Hima, Menteri Ristek BEM ITS, dll. Yang menjadi keungulan kalau ikut les TOEFL dengan Bu Danawati adalah skor TOEFL akan naik 100 poin asalkan mau mengikuti semua perintah dari Bu Dana. Karena kursus TOEFL Cuma 13 pertemuan, Bu Dana bilang semua tergantung usaha diri kita sendiri. Satu syarat yang membuat orang sekelas kaget kita disuruh belajar 12 jam hanya untuk TOEFL. Saya sendiri termasuk orang yang tidak patuh sama perintah dari Bu Dana. Kalau syarat lain seperti baca ulang soal Reading, Structure dari Buku Merah pasti saya kerjakan karena gampang. Les dimulai jam 18.30 dan berakhir jam 10.30. Selama empat jam Bu Danawati berdiri untuk mengajar dan selalu mengingatkan tidak boleh datang terlambat dan tidak boleh bolos les kalau ingin skornya naik 100 poin. Awalnya terdengar lucu kita bayar les, suka-suka kita dong mau masuk kek, mau telat kek. Tapi kalau dirasakan memang penting datang tepat waktu kalau tidak kita akan ketinggalan Listening section dari TOEFL karena Listening adalah soal pertama apalagi kalau bolos sudah pasti ketinggalan materi jauh.

Selama empat jam les diselingi cerita menarik tentang budaya masyarakat Inggris yang muncul dalam soal TOEFL. Contohnya , selama ini kita salah kaprah menganggap Dinner adalah makan malam, padahal Dinner sendiri adalah makan dimana terdapat menu lengkap dari main course, appetizer, dessert dan karena orang Inggris melaksanakan Dinner saat malam maka diterjemahkan makan malam. Dari mana Bu Dana tahu, selama 4 tahun tinggal di Birmingham, Inggris beliau pernah diundang dinner siang hari di rumah oleh profesornya. Beliau juga bercerita bahwa kuliah di luar negeri itu susah contohnya ada kawannya dari Taiwan yang harus pulang karena dinilai tidak memuaskan oleh Profesor selain itu beasiswa yang mepet dan yang lucu teman seangkatan Ph.D yang suka menggoda untuk malas belajar. Ada pelajaran beharga yang bisa dipetik selama kuliah di luar negeri adalah kita harus memanfaatkan fasilitas canggih yang ada di laboratorium seperti yang dicontohkan Bu Dana sendiri dimana dia menginginkan untuk memakai the newest impeller kepada profesor di situ padahal yang boleh memakai selama ini adalah orang-orang yang melakukan Post-Doc. Hasilnya Bu Dana diijinkan menggunakan impeler tersebut meskipun sempat ditertawakan awalnya.

Bu Dana pasti memberikan kisah sukses muridnya setidaknya dua hari sekali. Yang sering diceritakan adalah Muril, siapa Muril? Muril adalah putri Dekan FTK-ITS, Pak Djauhar Manfaat. Berkat les di Bu Dana skor TOEFLnya naik 100 poin lebih dan akhirnya kuliah di Belanda sekarang. Adalagi kisah dari Pak Agung, mahasiswa S2 Unair yang skor TOEFLnya naik 300 poin dari 300an menjadi 637. Mendengar kisah itu hatiku langsung semangat belajar. Tidak cuma itu, Bu Dana juga selalu mengucapkan, “gampang to” setiap membahas satu soal TOEFL dan satu kalimat khas lainnya “sekarang boleh salah tapi tes berikutnya gak boleh salah” atau kalimat ini “Oke sekarang boleh salah, tapi tes di UPT gak boleh salah”.

Murid-murid dibekali dua hal pertama ilmu TOEFL dari buku, soal, dan pembahasan. Kedua adalah semangat dan motivasi. Bisnis TOEFL Preparation ini ternyata adalah lanjutan dari Tesis Bu Dana saat kuliah S2 Bahasa Inggris di UWM (Universitas Widya Mandala) Surabaya. Saya menebak beliau adalah orang yang suka mencari ilmu selain kuliah S3 Teknik Kimia di Birmingham University, beliau juga belajar akunpuntur sampai lulus dan punya sertifikat AMDAL. Saat kuliah S2 Bahasa Inggris beliau juga lulus dengan predikat cum laude. Dan dalam waktu dekat akan kuliah S3 Bahasa Inggris entah di universitas mana. Saya makin iri saat diceritai pengalaman tinggal di luar negeri apalagi saat Bu Dana cerita dia juga pernah ke Amerika untuk ikut conference secara gratis plus jalan-jalan ke objek wisata seperti Patung Liberty, kota Jamestown (kota koloni Inggris pertama di benua Amerika), white house, dll. Secara tidak sengaja beliau juga pernah dapat tiket gratis ke Thailand karena ikut MLM. Sontak sekelas kaget termasuk saya sendiri. Bu Dana member MLM, tanyaku dalam hati. Bagaimana caranya orang sesibuk Bu Dana membagi waktu antara mengajar Teknik Kimia pagi hari, mengajar TOEFL malam hari belum ditambah kewajibannya sebagai istri dan ibu rumah tangga dan perlu diketahui Bu Dana sendiri usianya sudah 60 tahun. Usut punya usut Bu Dana adalah member Kangsen Kenko (KK), sebuah perusahaan MLM asal Malaysia dengan peringkat Emerald Director. Darimana saya, jawabannya dari baju yang beliau pakai ada logo KSS, Kangsen Kenko Support System di lengan kiri dan tulisan “Everything is Possible” adalah kalimat khas grup MLM.

Tidak seperti pada umumnya orang berbisnis yang mencari keuntungan semata. Robert T. Kiyosaki bilang dalam bukunya, bisnis berawal dari kemurahan hati. Di paragraf sebelumnya saya bilang bisnis TOEFL Preparation Bu Dana ini berawal dari Tesis S2-nya. Topik Tesisnya adalah kursus intensif untuk meningkat skor TOEFL pada mahasiswa D3 Teknik Kimia ITS. Untuk mendapatkan data bahan tesis Bu Dana secara sukarela mengadakan training TOEFL gratis selama 5 hari berturut-turut 10 jam sehari. Pepatah berkata, makin tinggi pohon makin kencang anginnya, niat baik Bu Dana membuat iri Bu Lubna Algadrie yang tidak lain adalah dosen bahasa Inggris senior ITS. Daripada membuat orang iri hati , akhirnya Bu Dana memutuskan untuk membuka training TOEFL sendiri di luar kampus sampai detik ini.

Hasil nyata dari training TOEFL saya buktikan sendiri. Skor TOEFL saya naik 57 poin dari test 1 540 menjadi 597 poin. Skor segitu saja saya masih dimarahi “Masih sedikit kamu harusnya naik jadi 600”. Malam hari sebelum hari terakhir ada SMS masuk dari Bu Dana, “Tolong hadir besok karena ada suvenir”. Surprise di malam terakhir setelah pembahasan soal Test 5, saya dan 9 orang lainnya dipanggil ke depan untuk menerima suvenir flashdisk 4 GB karena mendapatkan kenaikan TOEFL 100 poin dengan skor diatas 450 dan kenaikan 50 poin dengan skor diatas 550. Bu Dana memberikan appresiasi khusus untuk Apriska, anak SMA Darul Quran karena berhasil naik hampir 200 poin meskipun anaknya sendiri tidak hadir. Kami berdelapan disuruh memberikan kesan pesan alias testimoni di depan kamera sementara yang lain menikmati sepotong pizza. Sebelum training berakhir beliau masih menyempatkan bercerita kalau kita bisa mengatur waktu sesibuk apapun semua keinginan bakal terpenuhi seperti yang beliau sendiri lakukan.

“I couldn’t have been more impressed” (artinya sudah sangat terkesan , sudah mentok rasa terkesannya sampai gak bisa naik lagi, muncul di Listening Section TOEFL minimal 1 soal)

UPDATE 18Feb2015 :
karena banyak yg tanya no.hp kontak Bu Dana, silahkan sms (dengan bahasa yg sopan) di no.berikut
+62-818-300-108

Komentar»

1. Dosen yang Menginspirasi Jilid 2 « Yori-Group Weblog - 6 Juli 2011

[…] tidak menyangka artikel saya sebelumnya yang berjudul Dosen yang Menginspirasi menjadi tulisan terpopuler untuk bulan Juni 2011. Memasuki bulan Juli 2011 ini saya mempersembahkan […]

2. Dianti - 21 Mei 2014

Boleh minta kontaknya Ibu Dana? Thank u. 🙂

3. Jessica - 29 Desember 2014

halo, saat ini saya ingin les TOEFL, terima kasih atas reviewnya mengenai Ibu Danawati. apakah bisa meminta kontak bu Danawati? Terima Kasih..

4. wiji astuti - 13 September 2016

Hai. Saya sudah sms beliau sesuai format tp tidak ada balasan. Apakah saya ttp bisa ikut kursus dengan beliau?
terima kasih

yorigroup - 15 September 2016

mungkin no.hp di atas sudah berganti, karena sudah itu adalah no. yg saya dapatkan thn 2012

5. nuraini al aula - 9 Oktober 2017

Kak, lesnya kan jam malam tuh. Apa ngga ngantuk kak? Apakah pembelajarannya masih efektif?
Terima kasih kak mohon dijawab, saya ingin les disana namun masih bingung hehe


Tinggalkan Balasan ke nuraini al aula Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: