jump to navigation

Seputar SKRIPSI oleh @aniesbaswedan 23 Februari 2011

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
add a comment

Seputar SKRIPSI
oleh @aniesbaswedan

# Menulis skripsi adalah menaklukan diri sendiri.

# Cara mengerjakan skripsi adalah potret diri penulisnya saat senyatanya kerja mandiri.

# Skripsi bukan sekadar soal riset; skripsi adalah simulasi cara berkarya/ bekerja setelah lulus kuliah.

# Menunda-nunda pengerjaan skripsi adalah mengakumulasi rasa sesal.

# Akhirnya skripsi yang ditunda-tunda itu tetap harus diselesaikan juga.

# Membaca referensi banyak-banyak buat skripsi itu baik, tapi menuliskan hasil bacaan itu jauh lebih baik :).

# Makin lama jeda pengerjaan skripsi, makin sulit memulainya lagi.

# Makin sulit memulai lagi, makin lama selesainya.

# Skripsi yang membanggakan & menenangkan seumur hidup penulisnya adalah skripsi dibuat dng KEJUJURAN.

# Sibuk mengerjakan skripsi itu baik, tapi menyelesaikan skripsi itu jauh lebih baik :).

# Dan akhirnya, skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai 😀

[@aniesbaswedan, 2012]

Pengalaman Sebagai Pelanggan SMART 15 Februari 2011

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
10 comments

Pengalaman Sebagai Pelanggan SMART

Penampakan Box Modem ZTE AC2776

Jangan terkecoh dengan judul di atas bedakan antara pelanggan yang smart dengan pelanggan SMART. Pelanggan yang smart artinya pelanggan yang cerdas membelanjakan uang sedangkan pelanggan SMART artinya pelanggan salah satu operator seluler Indonesia jenis CDMA, Smart Telecom. Smart Telecom adalah anak perusahaan Grup Sinar Mas yang bergerak di bidang operator seluler. Bisnis utama dari Smart Telecom adalah dari jasa ISP (Internet Service Provider) berbeda dengan operator seluler GSM di mana bisnis utamanya voice dan sms. Smart menggunakan frekuensi berlisensi 1900 MHz yang membuat dirinya berbeda dengan operator CDMA lain seperti Telkom Flexi, Esia, Fren yang menggunakan frekuensi 800 MHz.

Provider mobile broadband,koneksi internet tanpa kabel dengan jaringan operator seluler, sangat beragam sekarang ini mulai dari CDMA sampai GSM. Sekarang SMART disaingi oleh AHA, produk mobile broadband dari Esia baik dari tarif yang kompetitif dan kualitas layanan. Tapi predikat tarif internet murah masih dipegang SMART dengan tarif unlimited mulai Rp. 1.000 per hari. (lebih…)

Shirothol Mustaqim 15 Februari 2011

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
1 comment so far

Shirothol Mustaqim

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar kata di atas? Tenang saya tidak akan membahas masalah agama di sini. Di kalangan mahasiswa ITS shirothol mustaqim adalah sebutan untuk sebuah jembatan yang menghubungkan keputih dengan ITS. Entah siapa yang pertama kali memberikan nama, nama shirothol mustaqim terdengar kurang cocok untuk sebuah jembatan. Kenapa tidak diberi nama “ITS-Putih Bridge” atau “Jembut-ITS”. Eits jangan viktor (vikiran kotor) dulu. Nama “Jembut-ITS” singkatan dari Jembatan Keputih dan ITS. Jembut-ITS lebih pas karena mengandung unsur budaya Surabaya karena mengandung kata umpatan (misuh) khas kota pahlawan yang tersohor kasarnya. Tapi karena mahasiswa ITS yang viktor kalah dengan mahasiswa skater boy (ingin tahu arti istilah baru ini? Tanya Rohmen aka Muhammad Nur Rahman anak Elektro ITS 2008), akhirnya nama “Shirotol Mustaqim” memenangkan tender pengadaan nama jembatan. Shirothol Mustaqim secara harfiah bermakna jalan yang lurus (jalan yang benar). Harapan kaum skater boy semoga setiap orang atau mahasiswa yang melewati jembatan ini akan berkuliah dengan sungguh-sungguh di kampus.

Tidak ada sumber tertulis kapan jembatan Shirothol Mustaqim dibangun, tahun 1994 saat saya pertama kali saya hijrah ke perumahan ITS jembatan tersohor ini sudah berdiri. Shirothol Mustaqim memiliki pasang surut dalam perjalanannya. Kalau sekarang kita melihat jembatan ini sangat kokoh dengan beton sangat berbeda dengan kondisi Shirothol Mustaqim pada dekade 90an. Bisa anda bayangkan jembatan vital itu hanya dibangun dengan susunan kayu. Kayu dipilih karena keterbatasan dana masyarakat sekitar dan tidak kaget jika jembatan sering ditutup karena jembatan lagi jebol atau ada yang berlubang. Baru sekitar tahun 2003, jembatan Shirothol Mustaqim dibangun ulang dengan beton seperti yang kita lihat sekarang ini. Sekali lagi entah dari mana dananya dan memang tidak penting diketahui. (lebih…)

Menjadi John Pantau Sehari 14 Februari 2011

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
add a comment

Menjadi John Pantau Sehari

John Pantau logo

Tahu acara John Pantau di Trans TV atau Mata Kamera TVOne acara semacam itulah. Kalau anak kos pasti tidak tahu. Acara inspeksi mendadak perilaku masyarakat kota yang tidak tertib rambu lalu lintas, peraturan daerah tidak laku sekarang diganti dengan acara ber-rating tinggi. Andai saja John Pantau mau mampir ke ITS pasti ramai karena banyak yang kena razia.

Karena John Pantau sudah tidak eksis di TransTV dan lebih memilih jadi bintang iklan, posisinya saya gantikan sehari buat mantau di sekitar ITS. Tapi reportasenya cuma satu dua. Mari kita mulai.

Lokasi paling ramai di ITS yang akan kita tuju pertama adalah Bank BNI ITS. Kita coba lihat apakah banyak orang yang tertib di situ.

Orang parkir sembarangan (lebih…)

Belanja Akhir Tahun 13 Februari 2011

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
11 comments

Belanja Akhir Tahun

Tahun 2010 kemarin adalah tahun penuh berkah bagi saya. Pertama , mendapatkan beasiswa Angkasa Pura II yang besarnya Alhamdulillah luar biasa banyak , 6 juta rupiah. Dan enaknya dana 6 juta tersebut turun cash di awal tidak seperti beasiswa PPA atau BBM yang cair tiap 3 bulan sekali. Sempat bingung dengan dana besar di rekening lantas berpikir dalam hati “Kira-kira enaknya dibuat beli apa ya duit 6 juta?”. Setelah merenung lama keputusannya adalah meng-upgrade komputer PC rumah.

Memiliki komputer High End adalah keinginan terpendam saya sejak SMA kelas  XI. Tidak harus mahal-mahal yang penting dapat memainkan game-game PC terbaru dengan lancar jaya (sama aja mahal kaleee). Kalau boleh jujur saya baru saja beli komputer PC kelas low-end baru di Juni 2010. Tapi sayang game seperti Call of Duty, PES 2010 terlalu berat dimainkan. Komponen apa saja yang beli, inilah daftarnya. (lebih…)

Cara mendapatkan nilai A 13 Februari 2011

Posted by yorigroup in Tips dan Trik.
24 comments

Cara mendapatkan nilai A

Beberapa minggu yang lalu seorang adik angkatan saya menulis opini untuk redaksi ITS Online ini kutipan artikelnya

Saya sedang membaca buku di suatu program studi saat senior saya datang dan mulai ngobrol dengan saya. Ada satu perkataannya yang masih saya ingat, kira-kira begini katanya, “Di sini itu sulit membedakan mahasiswa yang pintar sama yang beruntung.” Saya hanya tersenyum mendengar pernyataan itu dan segera otak saya reflek menghubung-hubungkan perkataan itu dengan rekam jejak kuliah saya selama hampir enam semester ini.
Sepanjang hasil otak saya menghubungkan-hubungkan, pernyataan itu sepertinya tidak terlalu salah, meskipun di satu sisi saya berharap pernyataan itu juga tidak sepenuhnya benar. Menurut saya, kalau sudah kenal orang-orangnya secara personal itu mudah dibedakan, tapi kalau referensinya hanya IP saja, siapakah yang berani menjamin siapa lebih pintar dari siapa?
Semuanya masih tergantung faktor X yang merupakan perpaduan antara banyak faktor seperti dosen, jam masuk kuliah, teman sekelas, yang mana semuanya adalah variable yang tidak bisa kita kontrol dalam perkuliahan, atau kalau dalam kancah persepak-bolaan biasa di sebut faktor non-teknis. Sedangkan di kalangan mahasiswa faktor ini lumrah disebut keberuntungan. Dan layaknya faktor non teknis lainnya yang tidak bisa dikontrol oleh diri kita sendiri maka biarlah yang Maha Mengontrol (Mengatur) yang melakukannya. Kita hanya tinggal berdoa sungguh sungguh pada-Nya. Dan kalau ada waktu yang mustajab (manjur) untuk berdoa mengenai hal hal seperti ini saya kira adalah sekarang (sebelum perwalian dengan dosen wali).

Salah satu faktor yang sering menjadi perbincangan oleh mahasiswa adalah dosen. Maklum, menurut saya kalau faktor keberuntungan itu dianggap 100% maka rasio dari faktor dosen ini akan menempati nilai tertinggi sehingga akan selalu mendapatkan perhatian khusus dari mahasiswa. Oh ya, agar tidak salah penafsiran, yang saya maksud dengan faktor dosen ini meliputi berbagai parameter seperti metode penilaian, cara mengajar, pemberian dan rasio penilaian tugas, serta penilaian absen.

Sepanjang masa perkuliahan yang masih berjalan selama tiga semester ini setidaknya saya bisa mengelompokkan dosen menjadi tiga kategori berdasarkan metode penilaian. Pertama yang menjadi favorit adalah dosen yang akan senang hati memberikan nilai bagus untuk semua anak didiknya. Kedua, dosen yang memberikan nilai sesuai dengan kemampuan anak didiknya, ini masih bisa dibedakan menjadi, dosen dengan standard tinggi dan yang sedang sedang saja. Poin ketiga inilah yang paling susah, dosen yang penilaiannya sulit diterka. Ini adalaha tipe dosen yang saya sebut dengan penilaian random. Saya dan teman teman saya membayangkan dosen seperti ini menggunakan metode opyokan seperti dalam arisan untuk memberikan nilainya. (lebih…)

Dosen yang Menginsipirasi : Prof. Danawati 13 Februari 2011

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
5 comments

Dosen yang Menginsipirasi

Kali ini saya akan menceritakan seorang dosen yang luar biasa. Beliau adalah Prof. Dr. Ir. Danawati Prajitno, SE, M.Pd. Jika membaca namanya kita bisa tahu betapa banyak gelar pendidikan yang disandang. Bu Danawati adalah dosen Teknik Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Beliau sangat terkenal di kalangan mahasiswa apalagi mahasiswa tingkat akhir baik itu D3, S1, bahkan S2. Mahasiswa tingkat akhir tersebut akan mencari Bu Danawati karena mereka belum lulus TOEFL. Sebagai informasi di ITS untuk lulus yudisium mahasiswa harus memiliki nilai TOEFL sebesar 477. Loh Dosen Teknik Kimia bagaimana bisa mengajari TOEFL yang notabene bukan bidangnya. Oke saya jelaskan, memang benar beliau dosen Teknik Kimia tetapi tidak hanya itu beliau juga memiliki usaha kursus TOEFL Preparation.

Kursus TOEFL Preparation Bu Danawati punya reputasi bagus dibuktikan dengan testimoni dari banyak orang mulai dari Ketua Hima, Menteri Ristek BEM ITS, dll. Yang menjadi keungulan kalau ikut les TOEFL dengan Bu Danawati adalah skor TOEFL akan naik 100 poin asalkan mau mengikuti semua perintah dari Bu Dana. Karena kursus TOEFL Cuma 13 pertemuan, Bu Dana bilang semua tergantung usaha diri kita sendiri. Satu syarat yang membuat orang sekelas kaget kita disuruh belajar 12 jam hanya untuk TOEFL. Saya sendiri termasuk orang yang tidak patuh sama perintah dari Bu Dana. Kalau syarat lain seperti baca ulang soal Reading, Structure dari Buku Merah pasti saya kerjakan karena gampang. Les dimulai jam 18.30 dan berakhir jam 10.30. Selama empat jam Bu Danawati berdiri untuk mengajar dan selalu mengingatkan tidak boleh datang terlambat dan tidak boleh bolos les kalau ingin skornya naik 100 poin. Awalnya terdengar lucu kita bayar les, suka-suka kita dong mau masuk kek, mau telat kek. Tapi kalau dirasakan memang penting datang tepat waktu kalau tidak kita akan ketinggalan Listening section dari TOEFL karena Listening adalah soal pertama apalagi kalau bolos sudah pasti ketinggalan materi jauh. (lebih…)