jump to navigation

Pengalaman Mengikuti Wawancara Beasiswa Huawei 7 Juli 2010

Posted by yorigroup in Liputan Khusus.
trackback

Setelah sebulan menunggu untuk menunggu jadwal wawancara akhirnya kemarin Senin, 5 Juli 2010 saya mengikuti tahap berikutnya yaitu wawancara. Sebenarnya jadwal ini maju lebih awal dari jadwal semua 22 Juli 2010. Jika mendengar kata “Huawei”, pasti sebagian besar dari kita akan berpikir “Oh merk modem GSM itu ya?” atau “Oh merk Handphone itu ya?”. Jawaban itu memang tidak salah, tapi perlu anda ketahui bahwa Huawei itu adalah vendor hardware telekomunikasi yang berkembang pesat menyediakan perangkat terminal seperti handphone dan modem sampai perangkat core network. Di Indonesia sendiri Huawei sendiri memiliki pelanggan semua operator GSM dan CDMA meskipun tidak tidak di semua lini hardware. Huawei sendiri didirkan tahun 1988 di Shenzhen, China dan di Indonesia sendiri kantor pusatnya berada di Jakarta. Itulah perkenalan singkat yang disampaikan oleh seorang perwakilan Huawei sebelum memulai kegiatan wawancara pada hari tersebut.

Sebenarnya selain program Beasiswa, Huawei juga memiliki program internship (magang) selama satu bulan di Huawei Jakarta. Program internship ini semula saya kira seperti KP (kerja Praktek) ternyata setelah dijelaskan oleh PR (Public Relation) yang pada hari itu diwakili oleh Bu Dini (sebenarnya sih gak pantas kalau dipanggil Ibu, soalnya orangnya cantik,manis, stylish dan masih muda mungkin sekitar 25 tahun, :-p ) program internship memiliki fasilitas layaknya karyawan Huawei sesungguhnya misalnya laptop, ID card karyawan, dan gaji tentunya sebesar 2 juta rupiah tapi tidak termasuk tempat tinggal alias kos. Peserta program intership adalah lima orang pada waktu itu hanya ada satu orang dari jurusan saya (Teknik Elektro ITS)tidak lain adalah kakak kelas saya , Mbak Ester dan sisanya sekitar 30 orang dari PENS ITS. Jumlah Penerima Beasiswa adalah 15 orang untuk ITS Teknik Elektro dan 15 orang untuk PENS ITS. Semua pendaftar Program internship dan beasiswa sebelumnya harus mengikuti Psikotes. Sekedar informasi, pada hari itu pendaftar beasiswa dari ITS Teknik Elektro hanya 14 orang dan dari PENS ITS sebanyak 300 peserta. WoW !!. Kami berempat belas langsung senyum-senyum. Tahu kenapa? Kuota 15 orang sedangkan pendaftar hanya 14 orang artinya peluang semua peserta dari ITS akan mendapatkan beasiswa. Oh ya hampir kelupaan kompensasi dari beasiswa Huawei ini adalah 4.500.000 rupiah yang diberikan selama satu semester saja.

Saya pikir sebelumnya hanya akan ada wawancara, ternyata ada psikotes juga ya sudah ayo dihajar interviewernya, eh salah soal tesnya. Soal tes psikologi berkutat di WARTEGG Test, yaitu terdapat 8 kotak dimana kita harus melanjutkan sebuah titik, garis yang ada menjadi sebuah gambar baru. Soal berikutnya adalah Menggambar sebuah pohon yang batangnya berkambium. Soalnya berikutnya adalah memilih 2 peryataan yang sesuai dengan diri kita sejumlah 90 soal. Soal berikutnya adalah Kraeplin Test, yaitu tes yang menguji seberapa tangguh seseorang dalam bekerja dimana dalam tes tersebut kita harus menjumlahkan angka secara vertikal dari bawah ke atas.

Mbak Dini – PR yang manis mengumumkan wawancara dimulai mulai jam 13.30. Kali ini Mbak Dini adalah sebagai interviewer alias pewawancara tunggal, tapi dia tidak sendiri karena ada interviewer kedua yaitu Bu Yuli di kursi kedua. Urutan saya adalah urutan pertengahan kalau gak salah urutan ke-9. Sialnya saya tidak diwawancarai oleh Mbak Dini tetapi Bu Yuli, interviewer yang lain. Rata-rata durasi wawancara berlangsung sekitar 15 menit.

Pertanyaan yang diberikan antara lain

Silahkan perkenalkan diri Anda !

Mengapa Anda tertarik mendaftar Beasiswa Huawei ini ?

Apa pekerjaan ayah dan ibu Anda? (menanyakan kantor/intansi tempat bekerja dan sebagai apa)

Apa kesulitan yang pernah Anda hadapi?

Apa pencapaiannnya terbesar yang pernah Anda alami? Alasannya?

Apa yang membuat Anda bangga?

Apa motto hidup Anda ? Dan apa alasannya?
Apa alasan Anda dulu memilih Teknik Elektro ITS ?

Apa rencana Anda 4 tahun kedepan setelah lulus kuliah ?

Kapan rencana Anda lulus kuliah?

Apa kelebihan yang Anda miliki? coba berikan contoh kapan Anda menerapkan kelebihan Anda?

Apa kelemahan pada diri Anda ?

Dan setelah wawancara berakhir interviewer memberikan kesempatan untuk bertanya.
Itu beberapa pertanyaan yang saya ingat mungkin tidak persis 100 % tapi inti dari pertanyaan adalah seperti yang telah saya tuliskan di atas.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: