Pejuang SNMPTN 13 Juli 2011
Posted by yorigroup in Liputan Khusus.trackback
Pejuang SNMPTN
Selang waktu antara bulan Juli sampai Agustus 2008 adalah rentang waktu yang mendebarkan sekaligus mengesankan dalam hidup saya. Itu adalah masa penantian pengumuman ujian SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 2008. Bulan Agustus 2008 tepatnya tanggal 1 adalah hari pengumuman hasil ujian SNMPTN secara serentak seluruh Indonesia. Pembaca sekalian pasti sangat bahagia bukan main mendengar kabar baik bahwa nama Anda tercantum di koran, papan pengumuman bahwa Anda diterima di jurusan yang dicita-citakan. Begitu juga dengan saya. Bahkan saya masih menyimpan koran Jawa Pos yang mengumumkan hasil nama-nama peserta yang lulus SNMPTN sampai sekarang.
Rasanya sangat puas mengetahui bahwa kita lulus SNMPTN. Mengapa ? Karena untuk meraihnya butuh kesadaran dan persiapan yang cukup lama. Bagi saya lulus SNMPTN dan nama tertulis di koran sudah lebih dari cukup. Namun, SSC (Sony Sugema College), lembaga bimbingan belajar yang saya ikuti, menawari untuk hadir pada seminar yang akan mereka adakan. Nama seminarnya jujur saja saya saya lupa, tapi inti dari seminar itu adalah memotivasi siswa kelas 3 untuk semangat belajar demi SNMPTN dan UAN 2009. Awalnya saya memiliki pikiran untuk menolak hadir dalam seminar, tapi Mbak Ika, psikolog SSC yang cukup dekat dengan saya, mengatakan saya hanya menjadi tamu. Tugas tamu adalah memberikan kesan pesan dan semangat kepada para siswa SSC. Saya mengira kalau sesi kesan pesan itu hanya untuk lingkup terbatas dengan jumlah orang cuma beberapa gelintir. Ternyata dugaan saya salah, peserta seminarnya berjumlah ratusan orang. “Kalau bisa kamu ajak teman-temanmu yang lain ya. Nanti tolong kamu kabari siapa saja yang ikut.”, kata Mbak Ika.
Hari H seminar telah tiba, saya bersama Nurdien yang tidak lain adalah teman satu angkatan elektro ITS datang ke Hall Asrama Haji. Di lokasi seminar sudah cukup ramai dengan siswa-siswi dan tamu dari alumni SSC. Entah kenapa tiba-tiba saya menjadi gugup padahal sehari sebelum hari-H sudah melakukan gladi bersih. Acara dimulai dan kami para alumni dipersilahkan duduk paling depan. Satu per satu alumni memberikan kesan pesan dan tibalah giliran saya. Kalimat semangat yang saya berikan adalah “Kalau kami (para alumni) di sini bisa, tentu teman-teman pasti lebih bisa !!!!”. Dan kami semua diberi sebuah bros atau pin “Pejuang SNMPTN”.
Bros atau Pin Pejuang SNMPTN dari SSC
Menurut Dale Carnegie dalam bukunya How to Win Friends and Influence People (Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain), kebutuhan manusia paling tinggi adalah penghargaan dan suara yang paling indah adalah suara ketika nama kita disebut. Dan saya merasa sangat bangga bisa berdiri di hadapan ratusan peserta (meskipun mereka adalah adik kelas saya). Bagi para pembaca yang mungkin tidak sengaja mampir ke blog saya dan membaca tulisan ini saya mengucapkan selamat berkuliah dan jika impian Anda masih belum terwujud teruslah berjuang. Cepat atau lambat hasil jerih payah Anda akan diakui oleh banyak orang sebagaimana yang saya lakukan.

wes lali yor pin ku tak taruh mana..